Nostalgia Hari Ini: Indonesia Ganyang Malaysia

Football5star.com, Indonesia – 1 Desember 10 tahun lalu, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) bergemuruh. Tim nasional (timnas) Indonesia membuat publik bersorak gembira dengan meraih kemenangan meyakinkan di laga pembuka Piala AFF 2010. Lawan yang ditekuk bukan tim sembarangan namun rival abadi, Malaysia.

Timnas Indonesia saat itu diasuh oleh mendiang Alfred Riedl. Setelah di Piala AFF 2008 hanya mampu keluar sebagai juara ketiga, di 2010 ada keyakinan dari publik sepak bola nasional, tim Garuda bisa meraih gelar juara.

Berstatus sebagai tuan rumah bersama Vietnam, persiapan timnas untuk tampil di Piala AFF 2010 terbilang cukup baik. Skuat timnas pun diisi kombinasi antara pemain muda dan senior. Sejumlah pemain yang bermain di Piala AFF 2008 masih dipanggil Alfred Riedl.

Di sektor kiper, Markus Horison dan Ferry Rotinsulu yang main di 2008, kembali bermain di 2010 plus satu tambahan kiper muda saat itu, Kurnia Meiga. Di sektor bek, Maman Abdurrahman dan Muhammad Ridwan yang tersisa dari skuat 2008. Untuk posisi gelandang, Riedl hanya memasukkan dua nama dari skuat 2008 yakni, Firman Utina dan Arif Suyono.

Sedangkan untuk lini depan, nama Bambang Pamungkas jadi satu-satunya penyerang timnas di Piala AFF 2008 yang kembali bermain di 2010. Di perhelatan Piala AFF 2010, Riedl juga memanggil satu striker Cristian Gonzales.

Bermain di grup A bersama Malaysia, Thailand, dan Laos, tim Merah Putih sempat mendapat cibiran tidak akan mampu melewati babak fase grup. Thailand dan Malaysia jadi favorit di grup A. Maklum saja, Thailand berstatus runner up Piala AFF 2008 serta peraih medali emas sepak bola SEA Games 2007.

Sedangkan Malaysia sebagai rival menyandang status sebagai peraih medali emas SEA Games 2009. Sejumlah pemain jebolan SEA Games 2009 menjadi tulang punggu Harimau Malaya di Piala AFF 2010, salah satunya, Safiq Rahim.

Indonesia ganyang Malaysia

Meski mendapat banyak cibiran, skuat Merah Putih memulai laga pertama babak fase grup A dengan penuh percaya diri. 62 ribu penonton tercatat memadati SUGBK pada 1 Desember 2010. Bagi publik sepak bola nasional, laga melawan Harimau Malaya adalah derbi yang tak boleh dilewatkan.

Mendapat sokongan dari publik nasional, skuat Merah Putih masuk ke lapangan dengan penuh percaya diri. Riedl saat itu menurunkan duet striker, Cristian Gonzales dengan Irfan Bachdim. Bambang Pamungkas dijadikan cadangan oleh pelatih asal Austria tersebut.

Pilihan Riedl tak keliru untuk duet di lini depan. El Loco dibutuhkan untuk berduel dengan pemain belakang Malaysia sementara Bachdim dioptimalkan melakukan pergerakan yang lihai dan membuka ruang. Sedangkan untuk sektor sayap, Riedl mempercayakan kepada si lincah, Oktavianus Maniani.

Laga yang dipimpin wasit asal Vietnam, Võ Minh Trí berlangsung sengit sejak menit awal pertandingan. Harimau Malaya sempat menyalak terlebih dahulu lewat gol Norshahrul di menit ke-18. Gol ini berawal dari umpan crossing Safee Ali dari sektor kiri pertahanan timnas.

Bola jatuh ke kaki Norshahrul Idlan yang tak terkawal. Sepakan kaki kanan pemain Malaysia ini tak mamu diantisipasi dengan baik oleh Markus Horison. 1-0 tim tamu unggul. Namun keunggulan itu tak berlangsung lama. Garuda Merah Putih langsung berikan balasan tiga menit kemudian.

Sepakan Bachdim memanfaatkan umpan dari M.Nasuha membuat bek Malaysia, Asraruddin melakukan gol bunuh diri. Pada menit ke-33, SUGBK kembali bergemuruh. Kerjasama satu dua antara EL Loco dengan Firman Utina membuat Indonesia berbalik unggul 2-1.

Tim asuhan Rajagopal semakin tertekan di babak kedua. Tim Merah Putih menambah tiga gol tambahan lagi, masing-masing dicetak oleh Muhammad Ridwan, Arif Suyono, dan Irfan Bachdim di masa injury time babak kedua.

Keyakinan membuncah di publik sepak bola nasional. Indonesia ganyang Malaysia jadi headline surat kabar saat itu. Harapan untuk bisa meraih gelar juara sepertinya akan terwujud. Sayang seribu sayang, kemenangan 5-1 Indonesia atas Malaysia di 1 Desember 2010 berakhir antiklimaks saat kedua tim bertamu di partai puncak.

Hingga saat ini apa yang terjadi dengan skuat timnas Indonesia di final Piala AFF 2010 masih jadi misteri dan tertutup kabut tebal.

alfred riedlMalaysiaNostalgia Hari IniPiala AFF 2010Timnas Indonesia