Nostalgia Hari Ini: Indonesia Takluk di Final Piala Tiger 2004

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 16 Januari, 16 tahun yang lalu, terjadi salah satu momen menyedihkan bagi seluruh rakyat Indonesia. Timnas Indonesia yang dijagokan dalam kompetisi Piala AFF 2004 atau yang saat itu masih disebut Piala Tiger, harus lagi-lagi hanya bisa puas finis sebagai runner-up.

Edisi 2004 merupakan salah satu penampilan terbaik Indonesia di ajang tersebut. Garuda saat itu diperkuat oleh pemain-pemain yang berada pada usia emasnya. Sebut saja Ismed Sofyan, Charis Yulianto, Elie Aiboy, Ilham Jaya Kesuma, Kurniawan Dwi Yulianto, dan masih banyak lagi. Dan itu ditambah dengan pemain wonderkid, Boas Solossa yang saat itu masih berusia 18 tahun.

Nostalgia Hari Ini Indonesia Takluk di Final Piala Tiger 2004
nationalshirtsblog

Benar saja, para anak asuh dari pelatih Peter Withe berhasil lolos dari Grup A sebagai juara dengan 3 kemenangan, 1 imbang, mencetak 17 gol dan sama sekali tak pernah kebobolan. Indonesia bertemu Malaysia di babak semi final dan berhasil melakukan salah satu comeback terbaik dalam sejarah Piala AFF.

Garuda harus kalah 2-1 di Gelora Bung Karno pada leg pertama. Pada leg kedua, Malaysia unggul 1-0 pada babak pertama. Tapi di babak kedua, Indonesia berhasil mencetak 4 gol dan merubah keadaan menjadi 5-3 secara aggregat.

Partai Final

Indonesia bertemu Singapura di partai final. Mereka sebelumnya sudah bertemu pada babak grup dimana skor berakhir imbang 0-0. The Lions saat itu juga diperkuat oleh generasi emas seperti Noh Alam Shah, Agu Casmir, Lionel Lewis, Indra Sahdan Daud, dan masih banyak lagi.

Pada leg pertama, Indonesia lagi-lagi kalah di GBK, kali ini dengan skor 3-1. Daniel Bennett, Mohammad Khairul, dan Agu Casmir mencetak tiga gol untuk Singapura, dan Mahyadi Panggabean memperkecil kedudukan di penghujung laga.

Indonesia masih optimistis mengingat mereka bisa membalikkan keadaan di semi-final melawan Malaysia pada leg kedua. Leg kedua diadakan pada 16 Januari, 2005, di Stadion National Kallang, Singapura.

Tapi baru berjalan 6 menit, Singapura sudah mencetak gol. Lewat umpan jauh dari kiper Lionel Lewis, Supriyono gagal berduel satu lawan satu dengan Indra Sahdan yang langsung berhasil melepaskan tembakan ke gawang Hendro Kartiko.

Petaka bagi Indonesia kembali terjadi pada menit ke-40 setelah Agus Firmansyah menekel Indra Sahdan di kotak terlarang. Agu Casmir yang menjadi eksekutor penalti berhasil memasukkan bola.

Indonesia memperkecil kedudukan pada menit ke-77. Kurniawan melakukan aksi individu dan mengelabui dua bek Singapura sebelum memberi umpan ke Elie Aiboy yang hanya tinggal men-tap in bola. Tapi itu hanya menjadi satu-satunya gol untuk Garuda yang akhirnya kalah 5-2 secara aggregat.

Ini merupakan gelar kedua Singapura di ajang Piala Tiger. Sedangkan untuk Timnas Indonesia ini merupakan kekalahan ketiga di final secara beruntun setelah dalam dua edisi sebelumnya (2000. 2002) juga harus kalah di final.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More