Nostalgia Hari Ini: Jersey Bawa Petaka untuk Kamerun

Football5star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 13 Oktober 2006, jersey membawa petaka untuk timnas Kamerun. Akibat jersey yang digunakan, timnas Kamerun mendapat sanksi tegas dari Federasi sepak bola dunia (FIFA). FIFA menganggap tim The Indomitable Lions menyalahi aturan mengenai jersey tim sepak bola.

Jersey yang digunakan Kamerun menurut FIFA terlalu ketat dan lebih menyerupai kostum atlet senam (unitard). FIFA pun pada akhirnya menjatuhkan sanksi tegas kepada Kamerun. Setelah cukup lama tertunda, FIFA mengurangi 6 poin dan denda 154 ribu dollar.

daily mail

Akibanya, Samuel Eto’o dkk saat itu harus menjalani kualifikasi Piala Dunia 2010 dan Piala Afrika 2008 dengan poin minus enam. Jersey unitard milik Kamerun sendiri diproduksi salah satu appareal kenamaan asal Jerman, Puma.

Puma sendiri pasca sanksi tegas dari FIFA berusaha menggugatnya di meja hijau. Menurut pihak Puma, dalam Laws of the game FIFA tidak ada peraturan yang menyebutkan sebuah tim harus mengenakan atasan dan bawahan yang terpisah.

Lebih jauh, Puma bahkan sempat menuding bahwa ada persaingan usaha di dalam keputusan FIFA tersebut. Puma menganggap bahwa appareal Adidas ada di balik sanksi FIFA tersebut. Hal ini lantaran kedekatan FIFA dengan Adidas di banyak program sepak bola.

Sayangnya tuntutan dari Puma tersebut kalah di persidangan. Namun menariknya, FIFA justru membatalkan sanksi pengurangan enam poin kepada Kamerun.

Kontoversi jersey tanpa lengan Kamerun

Menariknya kemunculan jersey unitard yang pada akhirnya membawa petaka untuk Kamerun terjadi dua tahun setelah tim asal Afrika ini juga gegerkan sepak bola dengan menggunakan jersey tanpa lengan di Piala Afrika dan Piala Dunia 2002.

Terinspirasi dari atlet-atlet basket, Samuel Eto’o dkk saat itu bermain dengan ketiak yang terlihat. Terobosan Puma dan Kamerun menuai pujian banyak orang, khususnya kolektor jersey dan pengamat mode.

Jersey tanpa lengan Kamerun dianggap sangat revolusioner, penggunaan seragam tanpa lengan juga menimbulkan kesan gagah. Apalagi, modelnya ketat. Secara praktis, jersey seperti itu sangat memudahkan para pemain ketika berlari, berebut bola, maupun menendang ke gawang.

Daily Mail

Puma sendiri saat itu beralasan menggunakan jersey tanpa lengan disebabkan faktor cuaca. Jersey tanpa lengan untuk mengantisipasi cuaca panas di Korea Selatan dan Jepang pada ajang Piala Dunia 2002.

Akan tetapi, pendapat pengamat busana ternyata tidak sejalan dengan FIFA. Jersey tanpa lengan Kamerun ternyata tidak mendapat restu. FIFA melarang pemakaian jersey tanpa lengan. Alasannya, jersey tanpa lengan tidak ada dalam peraturan pertandingan, meski regulasi juga tidak secara tegas mengaturnya.

FIFA awalnya melarang Kamerun untuk menggunakan jersey itu di laga-laga selanjutnya Piala Dunai 2002. Namun mereka memohon agar masih tetap menggunakan jersey tersebut diakibatkan sulitnya mencari jersey pengganti. ‘

Pada akhirnya, Puma menambahkan bahan berwarna hitam di bagian lengan timnas Kamerun saat tampil di Piala Dunia 2002.

EntertainmentKamerunNostalgia Hari Ini