Nostalgia Hari Ini: Joko Driyono Ditetapkan Sebagai Tersangka

Football5Star.com, Indonesia – Kasus dugaan pengaturan skor yang sempat menghebohkan sepak bola Indonesia memasuki babak baru pada 14 Februari 2019. Ya, karena tepat hari itu salah satu sosok penting dalam sepak bola Indonesia, Joko Driyono, ditetapkan oleh kepolisian sebagai tersangka.

Kasus dugaan pengaturan skor memang sempat ramai dan seakan menjadi tamparan buat publik sepak bola Indonesia, 2019 silam. Plt Ketum PSSI saat itu, Jokdri, sapaan akrab Joko Driyono, disebut-sebut tersangkut dalam kasus ini.

Aparat kepolisian bahkan sampai membuat Satuan Tugas Antimafiasepak bola untuk menyelidiki kasus itu. Satgas ini dikomandoi oleh Kombes Pol Argo Yuwono setelah adanya laporan dari mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani.

Puncaknya pada 14 Februari 2019, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus pengaturan skor Persibara itu. Hal tersebut setelah Satgas Antimafia bola melakukan gelar perkara dan menggeledah apartemen Jokdri di Jakarta Selatan.

Dalam penggeledahan di Apartemen Rasunan Tower 9 itu, Satgas menyita sejumlah barang-barang milik Joko Driyono. “Barang yang disita oleh penyidik ada laptop, ponsel, bukti transfer, ATM, dan buku tabungan. Ada sekitar 75 item,” kata Argo kepada wartawan kala itu.

Nostalgia Hari Ini: Joko Driyono Ditetapkan Sebagai Tersangka

“Pascapenggeledahan di apartemen saudara JD, penyidik melakukan gelar perkara dan menetapkan dia sebagai tersangka,” sambung dia.

Kala itu, sebelum Jokdri ada 11 orang lainnya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pengaturan skor. Mereka di antaranya wasit Priyatno, wasit futsal Anik Yuni Artika Sari, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, dan Anggota Komisi Disiplin Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Bukan Tersangka Pengaturan Skor

Dalam penggeledahan tim Satgas Antimafia, terdapat sejumlah barang yang disita. Mulai dari laptop merek Apple, iPad warna silver, buku tabungan, sejumlah uang, bukti transfer, tiga telepon genggam, hingga setumpuk berkas PSSI.

Penetapan tersangka kepada Jokdri sendiri berdasar LP nomor 6990 tanggal 16 Desember 2018 oleh mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani. Namun, PSSI membantah kalau Jokdri menjadi tersangka dalam kasus pengaturan skor. Joko Driyono disebut menjadi tersangka dalam penghilangan barang bukti.

Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono Dituntut 2 Tahun dan 6 Bulan Penjara

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 23 Juli juga terungkap kalau Jokdri dijerat bukan karena pengaturanskor. Dia didakwa karena kasus penghilangan barang bukti.

Dalam sidang putusan, majelis hakim menjatuhi vonis satu tahun enam bulan penjara kepada Jokdri. “Menjatuhkan penjara satu tahun enam bulan penjara, dengan Pasal 235 Jo Pasal 233 Pasal 55 ayat 1 ke- dua KUHP,” ujar Hakim Ketua Kartim Haeruddin saat itu.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More