Nostalgia Hari Ini: Kebrutalan Le Classique Memakan Korban

Football5star.com, Indonesia – Hampir di setiap negara ada pertandingan berlabel klasik. Di Jerman Der Klassiker, di Belanda De Klassieker, di Spanyol El Classico, di Argentina Super Classico, dan di Prancis ada Le Classique.

Dari laga-laga klasik itu hanya Super Classico antara Boca Juniors dan River Plate yang berstatus klub sekota. Sedangkan yang lain berasal dari kota berbeda.

Walau begitu hal tersebut tidak mengurangi rivalitas. Dan salah satu yang terpanas adalah Le Classique Prancis yang mempertemukan Paris Saint-Germain dengan Olympique Marseille.

L’Equipe

Perseteruan kedua klub sudah berlangsung sejak dulu. Ini bermula dari perbedaan kasta dari dua kota. Paris adalah ibu kota Prancis yang glamour dan penuh kemewahan. Sedangkan Marseille kota pelabuhan yang diisi kelas pekerja.

Perbedaan latar belakang inilah yang menimbulkan sikap saling benci antarkedua suporter. Tak jarang saat laga Paris Saint German melawan Marseille digelar, baik di ibu kota atau pun sebaliknya, tensi dari tribun penonton selalu mendidih.

Sudah sangat sering terjadi kerusuhan yang disebabkan pertandingan Le Classique ini. salah satu yang terburuk terjadi pada hari ini 11 tahun silam.

Bertempat di Parc des Princes, pertumpahan darah terjadi, baik di dalam maupun luar stadion. Keributan bahkan sudah pecah sebelum pertandingan.

Keributan dipicu oleh dua ultras dari kedua belah pihah, Bolougne Boys dan Supras Auteuil. Menggunakan fasilitas umum, flare, bahkan dengan tangan kosong mereka baku hantam sebelum, selama, dan sesudah pertandingan.

Pihak kepolisian yang menyiapkan tiga ribu personal menggunakan gas air mata untuk meredam kerusuhan yang kian menjadi. Polisi berhasil menangkap 20 orang yang diduga sebagai biang keladi.

Akibat kerusuhan tersebut puluhan orang menderita luka-luka. Salah satunya mengalami cedera cukup serius di kepala karena hantaman benda tumpul.

Pria berusia 38 tahun harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan serius. Sempat dirawat selama dua minggu, ia akhirnya meninggal dunia.

PSG Kalah dan Hukuman Fan

Sementara di lapangan, pertandingan berjalan timpang. PSG selaku tuan rumah tak mampu menahan gelombang serangan Marseille. Mereka dipermalukan tiga gol tanpa balas.

OM4ever

Tiga gol tim tamu dicetak oleh Hatem Ben Arfa, Lucho Gonzalez, serta Benoit Cheyrou. Kekalahan memalukan ini pula yang disebut-sebut sebagai penyebab utama kerusuhan seusai pertandingan.

Menurut France Football, fan tuan rumah sempat mengindahkan provokasi dari fan tamu pada awal pertandingan. Namun, emosi mereka pecah ketika melihat Les Parisien kalah.

Kerusuhan ini membuat manajemen PSG marah besar. Mereka sampai memboikot fannya sendiri pada laga tandang selama sisa musim 2009-2010.

marseilleNostalgia Hari IniParis Saint-Germain