Nostalgia Hari Ini: Ketika Chelsea Hanya Dihargai 1 Pounds

Football5star.com, Indonesia – Hampir dua dekade terakhir Chelsea menjelma jadi kekuatan baru di sepak bola Eropa. Hal ini tak lepas dari masuknya taipan Rusia bernama Roman Abramovich pada 2003 silam.

Roman Abramovich datang ke Chelsea membawa harapan baru dan tentu saja nasib baru. Dia menyulap The Blues sebagai tim kuat yang mampu menguasai sepak bola Inggris. Dan sampai saat ini klub London Barat terus diperhitungkan sebagai kandidat juara tiap musimnya.

Akan tetapi, tidak banyak banyak yang tahu bagaimana Chelsea sebelum kehadiran Roman Abramovich. Fan mereka sebelum milenium baru juga tidak semasif seperti sekarang.

Pinterest

Maklum saja, mereka dulu tak diperhitungkan di Premier League. Jangankan masuk ke empat besar, mereka justru beberapa kali bolak-balik ke Divisi Championship.

Kondisi The Blues ketika itu memang sangat berbeda. Mereka tidak punya pemain yang mumpuni, juga tidak memiliki kekuatan finansial seperti sekarang.

Strategi Ambil Untung Ken Bates

Cerita berawal pada 1982 silam. Chelsea mengalami masalah keuangan hebat. Mereka dituntut untuk membayar utang sebesar 1,85 juta Pounds, nilai yang cukup besar ketika itu.

Jika tak mampu melunasi utang sampai tenggat waktu yang ditentukan, klub terancam terkena denda hingga pengurangan poin. Pemilik saat itu, Brian Mears pun tak punya cara lain selain menjual klub kesayangannya ke orang lain.

Brian Mears tidak punya kriteria muluk dalam mencari investor baru. Yang penting baginya, sang penerus mampu melunasi beban utang klub.

Dan pada 2 April 1982, Ken Bates datang membawa penawaran. Ia bersedia melunasi seluruh utang klub asal bisa mendapatkan klub yang bermarkas di Stamford Bridge dengan harga hanya 1 pounds. Dan tanpa pikir panjang, Mears bersedia melepas sahamnya kepada Bates.

Bates pun memulai era baru di Chelsea. Hal pertama yang menjadi targetnya adalah membawa klub naik kasta ke First Division (sekarang Premier League).  Target tersebut akhirnya terlaksana semusim kemudian. Namun, pada 1988 The Blues harus kembali ke Divisi Championship.

Daily Mail

Ken Bates kembali menata ulang klub dari titik nol. Satu-persatu masalah berhasil ia selesaikan, sepreti utang-piutangnya dengan pihak bank, hingga memasukkan saham klub ke bursa efek London.

Cara ini berdampak bagus untuk Chelsea. Perlahan tapi pasti mereka mampu menarik minat pemain-pemain top Eropa seperti Gianfranco Zola, Gianluca Vialli, hingga Ruud Gullit.

Kepemimpinan Bates akhirnya berakhir 2003 silam. Ia mendapat keuntungan besar saat melepas sahamnya kepada Roman Abramovich. Bayangkan saja, membeli dengan harga cuma 1 pounds, Ken Bates sukses melepas klubnya itu di angka 140 juta pounds.

ChelseaKen BatesNostalgia Hari IniRoman Abramovich