Nostalgia Hari Ini: Marek Janota, Persija, dan Juara Perserikatan

Football5Star.com, Indonesia – Hari ini, 1979 silam yang lalu jadi sejarah buat Persija Jakarta yang merengkuh gelar Perserikatan terakhirnya. Marek Janota, disebut menjadi sosok paling penting di balik keberhasilan skuat ibu kota tersebut.

Sebenarnya, Janota datang ke skuat macan Kemayoran pada pertengahan musim. Dia direkrut oleh manajer Persija saat itu, Bob Hippy, menggantikan Suwardi Arlan. Tapi, tangan dinginnya langsung begitu terasa di sana.

Bersama pemain muda, seperti Sofyan Hadi, Junaidi Abdillah, Johanes Auri, Simson Rumapasal, Rully Nere, hingga Andi Lala, Persija begitu agresif. Marek Janota menerapkan pola permainan Catenaccio ala Italia ke dalam pasukan Macan Kemayoran.

Nostalgia Hari Ini: Marek Janota, Persija, dan Juara Perserikatan
Dok. Kompas

Terbukti, di putaran kedua bersama Marek Janota, Persija hanya menelan satu kekalahan, yakni kala melawan PSM Makassar. Sedang, tiga partai lainnya sukses dimenangkan, termasuk kontra PSMS Medan dalam partai terakhir, 12 Januari 1979.

Majalah Tempo terbitan 20 Januari 1979 sempat mengungkapkan kalau Janota sempat memberikan instruksi khusus ke pemain Persija dua kali. Dia memerintahkan Johanis Auri dan Simson Rumahpasal untuk mematikan pergerakan dua pemain PSMS, Suwarno dan Marco Effendi.

Paling krusial ialah saat Wahyu Hidayat yang biasa main di bek kanan disulap jadi gelandang bertahan. Hasilnya gol semata wayang Andi Lala menjadi penentu gelar kedelapan Persija Jakarta.

Nostalgia Hari Ini: Marek Janota, Persija, dan Juara Perserikatan
Persija.id

Dalam klasemen akhir, Persija sebenarnya punya poin sama dengan PSMS Medan, yakni delapan hasil dari 8 laga. Namun, Macan Kemayoran mampu juara berkat unggul jumlah gol dan menang head to head.

Tangan Dingin Marek Janota

Tidak banyak pelatih asing di Indonesia, khususnya Persija yang pergi dengan meninggalkan prestasi dan kenangan. Tapi beda dengan Janota. Pelatih asal Polandia itu mampu membuktikan tangan dinginnya.

Nostalgia Hari Ini: Marek Janota, Persija, dan Juara Perserikatan
Istimewa

Berkat kegemilangannya bersama Persija, pemilik gelar Master of Physical Education dari Wychowenie Fizycnego itu ditunjuk PSSI ke Timnas INdonesia. Sayang, dia tak lama karena kala itu ada intervensi dari PSSI. Dia pun gagal membawa Timnas Indonesia main di SEA Games 1979.

Pada 1980, Marek Janota menyebrang ke Persib Bandung. Dia memang gagal mengulang sukses di Persija ke Persib. Namun, dia berhasil melahirkan sejumlah bintang, seperti Robby Darwis, Iwan Sunarya dan Sobur.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More