Nostalgia Hari Ini: Meksiko Bungkam Brasil di Final Olimpiade

Football5star.com, Indonesia – Pada 11 Agustus 2012, Timnas Meksiko membua kejutan dengan mengalahkan Brasil di final sepak bola Olimpiade 2012. Tak diunggulkan, tim asuhan Luis Fernando Tena ini merebut medali emas usai menaklukkan Selecao 2-1.

Di Olimpiade London ini, Brasil sebenarnya menunjukkan gairah mereka setelah memastikan diri lolos ke babak final setelah menang di lima laga sebelumnya. Neymar dan kawan-kawan bertemu dengan pasukan muda Meksiko yang dikomandoi Giovani dos Santos.

Bertanding di Stadion Wembley, London, Sabtu (11/8/2012) malam WIB, Meksiko langsung mengejutkan Brasil di awal pertandingan. Mereka unggul di menit pertama lewat gol Oribe Peralta.

AFP

Di babak kedua, Brasil mencoba bangkit. Alih-alih menyamakan kedudukan, mereka malah kebobolan lagi setelah Peralta mencetak gol keduanya.

Brasil berjuang keras untuk mengejar ketinggalan di sisa waktu. Namun, mereka cuma bisa membalas sekali lewat kaki Hulk.

Bagi Meksiko, ini adalah medali emas pertama yang didapat tim sepak bola di ajang Olimpiade. Sementara itu, Brasil masih harus menunggu empat tahun berikutnya untuk meraih emas pertama mereka.

AP

Rafael Jadi Kambing Hitam

Sehari setelah kekalahan Brasil dari Meksiko, otoritas sepak bola negara itu mengambil langkah yang tak biasa dengan menyalahkan bek Rafael Da Silva.

Bek Manchester United berusia 21 tahun itu melepaskan operan yang tanggung sehingga bisa disambar oleh penyerang Meksiko, Oribe Peralta, yang akhirnya berhasil membobol gawang Brasil saat pertandingan baru berjalan 29 detik.

“Bek kanan Rafael tahu ia telah melakukan kesalahan yang mengakibatkan terciptanya gol pertama Meksiko di final sepak bola Olimpiade 2012 di London,” tulis pernyataan Konfederasi Sepak bola Brasil (CBF) di situs resmi mereka.

“Semua itu tak bisa dibantah. Meski begitu, dengan skill dan determinasinya, pemain No. 2 yang masih muda ini tak bisa dinodai oleh kesalahan tersebut.”

“Kesalahan itu ada untuk diperbaiki. Rafael tahu itu. Nanti, saat segalanya sudah tenang, ia pasti akan melihat pergerakan itu dan belajar darinya. Pada akhirnya, seperti kata pepatah, melakukan kesalahan adalah sifat manusia dan kita semua belajar dari kesalahan kita.”

Kritikan yang dilontarkan CBF ini bertolak belakang dengan sikap para pemain dan pelatih Brasil yang membela Rafael.

Pelatih Mano Menezes mengatakan bahwa Brasil punya waktu selama 89 menit untuk menyamakan kedudukan, tapi tak mampu melakukannya. Sementara striker Neymar mengatakan setiap pemain termasuk dirinya sama-sama bertanggung jawab atas kekalahan itu.

Brasilmeksiko