Nostalgia Hari Ini: Musuh Besar Real Madrid Lahir

Football5star.com, Indonesia – Pada 26 April 1903, tiga orang pelajar Basque di Kota Madrid mendirikan Atletico Madrid. Sejak itu mereka menjadi salah satu klub Spanyol paling sukses, memenangkan liga dan Copa del Rey masing-masing sepuluh kali, sekaligus menjadi musuh besar Real Madrid.

Atletico awalnya didirikan sebagai afiliasi Athletic Bilbao. Mereka menamakan klub Athletic Club de Madrid dan bahkan mengadopsi garis-garis biru dan putih Bilbao, meskipun mereka mengubahnya menjadi garis merah dan putih pada 1911.

Nostalgia Hari Ini: Musuh Besar Real Madrid Lahir Atletico
Wikipedia

Atlético bergabung dengan La Liga pada 1928, tetapi turun ke Divisi Segunda dua tahun kemudian. Setelah mengalami pasang surut dan merger dengan Aviación Nacional Zaragoza, Atletico kembali ke papan atas di musim 1939-40 dan melanjutkan dengan memenangkan dua gelar berturut-turut.

Mereka memenangi dua lagi pada 1950 dan 1951 di bawah manajer Helenio Herrera. Sejak itu mereka menambahkan lima gelar lagi, termasuk yang terbaru pada 2014. Mereka juga memenangkan Copa del Rey kesepuluh pada 2013.

Atlético juga menikmati kesuksesan di Eropa. Mereka memenangkan Piala Winners atas Fiorentina pada tahun 1962 dan mencapai final Piala Champions pada tahun 1974 (di mana mereka kalah dari Bayern Munich).

Atletico juga adalah runner-up Liga Champions pada 2014 dan 2016, kalah dua kali dari Real Madrid. Pada 2010, mereka memenangkan final Liga Europa atas Fulham, kemudian mengklaim Piala Super Eropa dengan mengalahkan Inter Milan 2-0.

Rivalitas dengan Madrid

Piala Super Spanyol - Real Madrid vs Atletico Madrid - @Atleti
@Atleti

Real Madrid dan Atlético Madrid adalah klub dengan identitas dan nasib yang berbeda. Ketika Stadion Santiago Bernabeu milik Real Madrid dengan bangga berdiri di Paseo de la Castellana, lingkungan mewah Chamartín di Madrid utara, bekas stadion Atlético, Stadion Vicente Calderón yang kurang glamor, berdiri di selatan Madrid, 1,8 km dari pusat kota di kelas pekerja Arganzuela.

Secara historis, Real Madrid telah lama dipandang sebagai klub utama. Di sisi lain, Atlético Madrid selalu ditandai oleh rasa pemberontakan, meskipun pada tahun-tahun awal Francisco Franco, Atlético-lah yang menjadi tim pilihan rezim. Mereka dikaitkan dengan angkatan udara militer (dinamai Atlético Aviación), sampai preferensi rezim memihak Real Madrid pada 1950-an.

Pemerintah Spanyol saat itu membanggakan Real Madrid saat Negeri Matador terisolasi secara internasional; “Real Madrid adalah duta besar terbaik yang pernah kita miliki”, kata Menteri Luar Negeri Franco Fernando Maria de Castiella.

Persepsi semacam itu memiliki dampak penting pada identitas sepak bola Kota Madrid. Dalam hal ini, penggemar Atlético mungkin adalah pencetusnya, dan sering menyanyikan irama lagu Real Madrid menjadi, “Hala Madrid, hala Madrid, el equipo del gobierno, la vergüenza del país” yang artinya “Ayo Madrid, ayo Madrid, tim pemerintah, aib negara.”

Getty Images

Atletico sering kesulitan dalam derby, mereka bahkan pernah tak pernah menang dalam 14 laga beruntun hingga akhirnya berhenti pada 2013. Periode sulit itu berakhir pada 17 Mei 2013 setelah Atlético mengalahkan rival sekota mereka 2-1 di Santiago Bernabéu di final Copa del Rey, dan berlanjut pada 29 September 2013 ketika mereka menang 1-0, juga di Bernabéu.

Baru-baru ini, muncul rivalitas sengit antara Atlético Madrid dan Barcelona, ​​yang juga dianggap sebagai salah satu rivalitas klasik sepak bola Spanyol. Rivalitas ini menjadi makin terkenal setelah kepergian Antoine Griezmann dari Madrid ke Camp Nou. Namun, berdasarkan tradisi, rivalitas terbesar tetap adalah antara sesama tetangga Merengues.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More