Nostalgia Hari Ini: Para Dewa Yunani Bikin Ronaldo Muda Menangis di Portugal

Football5star.com, Indonesia – Di dunia sepak bola kejutan dan sejarah selalu tercipta setiap tahunnya. Seperti yang dilakukan Yunani pada Euro 2004 silam di Portugal.

Kita semua tahu Yunani bukanlah negara kuat di sepak bola. Di turnamen Euro saja mereka baru empat kali lolos ke putaran final, yaitu pada 1980, 2004, 2008, dan 2012.

Di sisi lain, kita semua dibuat terpesona oleh capaian negeri para dewa ini di Euro 2004. Tidak diunggulkan sama sekali, mereka sukses meraih prestasi tertinggi, yakni juara.

Agona Sport

Dalam perjalanannya, Yunani langsung membuat kejutan. Berada satu grup dengan tuan rumah, Portugal, mereka sukses mengalahkan Cristiano Ronaldo dkk dengan skor 2-1.

Setelah itu laju Angelos Charisteas dkk tak terbendung. Sempat ditahan imbang tim kuat Spanyol, mereka berhasil mengalahkan Rusia di laga terakhir grup untuk lolos ke perempat final.

Selanjutnya Prancis dan Republik Ceko yang menjadi korban kekuatan negeri para dewa. Sampai pada akhirnya mereka menembus final pertama dalam sejarah negara.

Menariknya, lawan yang dihadapi di partai final adalah Portugal, sang tuan rumah yang sudah dikalahkan pada laga pembuka turnamen. Dan hari ini 16 tahun silam, sejarah baru kembali tercipta di sepak bola.

Tangis Ronaldo Pecah di Akhir Laga

Menang pada laga pertama, pelatih Otto Rehhagel sudah tahu apa yang dilakukan pada partai final. Di hadapan 60 ribu suporter tuan rumah yang memadati stadion Da Luz, Lisbon, Yunani tampil luar biasa.

Mereka tidak membuang banyak peluang dan mampu mempertahankan gawang tidak kebobolan. Puncaknya pun terjadi pada menit ke-57 ketika sundulan Angelos Charisteas menghujam jala Portugal.

Getty Images

Tidak ada gol lain yang tercipta di Da Luz. Yunani keluar sebagai juara Euro 2004. Hingga sekarang itu adalah satu-satunya gelar yang mereka dapatkan.

Di sisi lain, hasil ini menyisakan luka mendalam di kubu Portugal. Maklum saja, mereka kalah di negaranya sendiri. Dari 23 pemain yang kecewa, Cristiano Ronaldo yang paling terpukul.

Bagaimana tidak, pada turnamen besar pertamanya bersama timnas, pemain yang saat itu baru berusia 18 tahun menangis histeris sesaat setelah wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Mulai dari Pedro Pauleta, Rui Costa, hingga Luis Figo, sampai turun tangan untuk menenangkan Ronaldo muda.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More