Nostalgia Hari Ini: Park Ji Sung Cs Bikin Portugal Angkat Koper

Football5star.com, Indonesia – Ajang Piala Dunia 2002 dianggap banyak pihak sebagai salah satu kompetisi paling kontroversial di sejarah sepak bola. Dari terpilihnya Korea Selatan dan Jepang sebagai tuan rumah bersama hingga tersingkirnya Italia secara menyakitkan jadi coreng Piala Dunia 2002.

Selain itu pada di babak penyisihan grup D. Korea Selatan membuat Portugal angkat koper. Pada 14 Juni 2002, gol tunggal dari Park Ji Sung membuat Luis Figo dan kawan-kawan harus tersingkir dari ajang empat tahunan tersebut.

Sebelum disingkirkan Korea Selatan, Portugal datang ke Korea-Jepang dengan keyakinan cukup bagus. Pelatih António Oliveira saat itu membawa pemain jebolan Euro 2000. Di sektor penjaga gawang ada kiper andalan Barcelona, Vitor Baia.

getty images

Di barisan pemain belakang, Oliveira memiliki duet Fernando Couto dan Abel Xavier. Sektor tengah, Portugal saat itu memiliki pemain tengah yang lebih baik dibanding tim-tim lain di grup D, mereka diperkuat oleh Luis Figo, Rui Costa, Sérgio Conceição, serta Paulo Sousa.

Untuk barisan depan, Brasil-nya Eropa itu mempunyai striker yang moncer di pentas Serie A, Nuno Gomes, ada juga pemain veteran, Pauleta. Dengan komposisi pemain seperti itu, Portugal harusnya bisa melenggang dari babak penyisihan grup dengan mudah.

Sayangnya di laga pertama grup D, Portugal yang bersua dengan Amerika Serikat justru menelan kekalahan 2-3. Sekedar catatan, laga Amerika Serikat vs Portugal saat itu dipimpin oleh Byron Moreno, wasit yang ‘meloloskan’ Korea Selatan di babak perempatfinal. Kekalahan ini membuat Luis Figo dkk mau tak mau harus bisa memenangkan laga kedua melawan Polandia.

Melawan Polandia pada 10 Juni 2002, Pauleta sukses mencetak hat-trick di kemengan 4-0 Portugal. Satu gol lagi dicetak oleh Rui Costa di menit akhir pertandingan. Asa untuk lolos dari grup D masih dijaga Portugal, apalagi Amerika Serikat justru kalah 1-0 dari Korsel.

Dua kartu Merah dan Awal Kontroversial Korea Selatan

Korea Selatan yang sudah dipastikan lolos dari grup D setelah meraih dua kemenangan melawa Polandi dan Amerika Serikat, tampil dengan kekuatan penuh di partai terakhir.

Bermain di Stadion Incheon Munhak, di atas kertas tetap saja Portugal lebih diunggulkan. Barisan pemain yang dimiliki oleh Guus Hiddink tidak satu level dengan para pemain Portugal. Tim negeri Gingseng itu hanya memiliki faktor X, dukungan suporter dan ‘bantuan pemain ke-12’, wasit.

Sejak di babak penyisihan grup, Korea Selatan memang terbukti mendapat bantuan dari wasit. Selain Moreno yang dibenci publik Italia, wasit asal Argentina, Angel Sanchez pastinya jadi musuh bagi orang Portugal.

Bagaimana tidak, Sanchez di laga penentuan Portugal melawan Korsel justru memberikan dua kartu merah kepada Beto dan Joao Pinto. Menit ke-27, Joao Pinto jadi pemain pertama yang mendapat kartu merah. Setelah itu di menit ke-66, Beto harus keluar dari lapangan karena menerima kartu kuning kedua.

Tak berselang lama dari kartu merah Beto, Korea Selatan mencetak gol lewat aksi Park Ji Sung. Khusus untuk gol ini, bolehlah publik memberikan pujian. Mendapat umpan crossing, mantan pemain Manchester United itu menahan bola dengan dadanya, mengelabui satu pemain Portugal, dan langsung menendang bola tanpa bisa diantisipasi oleh Vitor Baia.

Pada 2015 lalu, laporan dari Corriere dello Sport menyebutkan Kejaksaan Agung Amerika Serikat mendapatkan bukti bahwa mantan wakil presiden FIFA, Jack Warner menjadi tersangka utama pengaturan skor di Piala Dunia 2002.

Warner disebut menjadi pengatur laga Portugal melawan Korea Selatan di babak penyisihan grup. Dia menyuruh wasit yang memimpin pertandingan, Angel Sanchez untuk mengatur skor. Selain itu, dia juga yang menginstruksikan wasit asal Mesir, Gamal Al Ghandour yang memimpin pertandingan Korea Selatan melawan Spanyol.

Pada laga yang berlangsung tanggal 22 Juni 2002 tersebut, Gamal menganulir dua gol Spanyol. Di pertandingan tersebut, Korea Selatan berhasil menyingkirkan Spanyol dalam drama adu penalti dengan skor 5-3 di babak delapan besar.

Selain pertandingan tersebut, Warner juga memerintahkan wasit Bryon Moreno untuk memenangkan pertandingan Korea Selatan melawan Italia. Ketika itu, Moreno mengkartumerah Francesco Totti yang membuat Italia kalah 1-2 di babak 16 besar.

Korea SelatanLuis FigoNostalgia Hari IniPark Ji-SungPiala Dunia 2002Portugal