Nostalgia Hari Ini: Persibo, PSM dan Persema Mundur dari ISL

Football5Star.com, Indonesia – 24 Desember, 10 tahun yang lalu menjadi awal dari terjadinya dualisme kompetisi, setelah tiga klub, Persibo Bojonegoro, Persema Malang, dan PSM Makassar mundur. Keempatnya mundur karena beberapa hal dan memutuskan bergabung ke Liga Premier Indonesia.

Sebenarnya, mundurnya ketiga tim itu berbeda-beda tanggal. Namun, PT Liga Indonesia kala itu baru menerima surat pengunduran resmi ketiga klub tersebut per 24 Desember. PSM Makassar salah satu yang mundur beralasan karena kompetisi di bawah PT LI kala itu banyak terjadi kecurangan.

Salah satu yang disorot ialah saat PSM menjamu Semen Padang, 27 November 2010. Saat itu PSM menyebut wasit Aeng Suarlan asal Bandung banyak membuat keputusan yang merugikan. “Semua pengurus dan pemain PSM merasa keinginannya untuk memajukan klub terbelenggu oleh buruknya sistem. Percuma saja kami menganggarkan Rp 12,5 miliar untuk anggaran ikut kompetisi tapi hasilnya kami sudah tahu,” kata Manajer PSM kala itu, Hendra Sirajuddin.

Nostalgia Hari Ini: Persibo, PSM dan Persema Mundur dari ISL
PSM vs Persibo di LPI (Antara)

Berbeda dengan Persibo Bojonegoro. Mereka saat itu mundur dari liga resmi karena alasan pendanaan. Manajemen disebut tak mampu membiayai gaji pemain dan kebutuhan klub yang memakan dana Rp 900 juta per bulan.

“Kami juga ingin mencari kompetisi yang berjalan dengan sehat dan fair,” bilang Manajer Persibo Bojonegoro, Taufik Risnendar, dikutip dari Bolanet.

Sanksi Tegas

Kepindahan Persema, PSM, dan Persibo yang berpaling ke LPI menuai ancaman dari PT LI. CEO PT LI, Joko Driyono, menyebut kalau ketiga klub tersebut yang mundur akan terdegradasi ke divisi satu dan menanti panggilan Komdis PSSI.

“Karenanya, kami tidak hanya sekedar menyetujui pengunduran mereka tetapi harus ada konsekuensi-konsekuensi yang harus diikuti baik dari aspek olahraganya maupun di luar aspek olahraga. Dan ini akan menjadi pertimbangan Komdis dalam menentukan sanksinya,” Joko Driyono.

Dari sini kemudian Indonesia kemudian didera dualisme kopetisi. Namun seiring waktu berjalan, PSSI akhirnya menggelar kongres pada 2013 dan memutuskan untuk mencari jalan keluar dari dualise tersebut.

Diputuskanlah bahwa klub-klub LPI diberi kesempatan kembali ke ISL lewat jalur play-off. Saat itu, Semen Padang, PSM Makassar, Persijap Jepara, dan Persiba Bantul, lolos melalui play-off dan kembali ke ISL.

Sementara semenjak saat itu, nasib Persibo, dan Persema Malang tak menentu. Persema pada 2018 terdaftar di Liga 3, demikian pula dengan Persibo Bojonegoro.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More