Nostalgia Hari Ini: Pertukaran Nasib Zlatan Ibrahimovic dan Samuel Eto’o

Football5Star.com, Indonesia – Hari ini, 27 Juli, 11 tahun yang lalu, terdapat salah satu momen transfer yang paling di kenang dalam sejarah sepak bola. Ya, momen itu adalah pemain Inter Milan, Zlatan Ibrahimovic ditukar oleh pemain Barcelona, Samuel Eto’o.

Yang membuat pertukaran pemain ini disorot banyak pihak karena kedua pemain sama-sama berada pada puncak performanya. Zlatan Ibrahimovic baru saja meraih gelar Scudetto ketiganya secara beruntun bersama Inter. Zlatan juga berhasil menjadi capocanonniere dengan mencetak 25 gol dari 35 laga di Serie A.

Sementara Samuel Eto’o berhasil mencetak 36 gol di semua kompetisi bersama Barcelona dan meraih tiga gelar alias treble.

Nostalgia Hari Ini Pertukaran Nasib Zlatan Ibrahimovic dan Samuel Eto'o
tuttomercatoweb

Barcelona awalnya mengeluarkan dana sebesar 46 juta euro plus Eto’o dan peminjaman satu musim Alexander Hleb untung mendatangkan Zlatan. Tetapi Hleb menolak untuk pindah ke Italia. Barca akhirnya meminjamkan Hleb ke Stuttgart dan memaksa Blaugrana menambah uang 3 juta euro lagi.

Dengan harga Eto’o yang saat itu berada dikisaran 20 juta euro, total dari biaya transfer ini adalah 69 juta euro. Hal itu membuat Zlatan pada saat itu menjadi pemain termahal ketiga di dunia sepanjang sejarah, di bawah Zinedine Zidane (76 juta euro) dan Cristiano Ronaldo (94 juta euro).

Performa kedua pemain

Kedua pemain sama-sama bermain gemilang, tapi Eto’o lebih unggul. Ya, pemain asal Kamerun itu berhasil membawa Nerazzurri meraih treble di musim pertamanya. Eto’o sampai saat ini menjadi satu-satunya pemain yang bisa meraih treble di dua klub yang berbeda. Dia juga mencetak 16 gol dari 48 laga di semua kompetisi.

Sedangkan Zlatan lebih superior soal gol. Pemain asal Swedia itu mencetak 21 gol dari 45 laga di semua kompetisi. Tetapi dia gagal membawa Barca mempertahankan gelar juara Liga Champions. Tragisnya, Barca disingkirkan oleh Inter di babak semi final.

samuel eto'o-inter milan
Goal

Dan di musim kedua? Tak ada musim kedua untuk Zlatan. Hubungan dia dengan pelatih, Pep Guardiola, retak. Dia dipinjamkan ke AC Milan sebelum akhirnya dipermanenkan. Uniknya, hubungan tak baik dengan Guardiola menjadi alasan yang sama bagi Eto’o untuk keluar dari Barcelona.

Sedangkan untuk Eto’o, dengan sering cederanya Diego Milito, dia menjadi tumpuan utama lini serang Inter. Dia masih berhasil memenangkan Piala Super Italia, Piala Dunia Antarklub, dan mempertahankan gelar Coppa Italia. Eto’o juga berhasil mencetak 37 gol dari 53 laga di musim itu. Dia dijual ke Anzhi di musim berikutnya dan menjadi pemain dengan gaji terbesar di dunia saat itu (20 juta euro per musim).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More