Nostalgia Hari Ini: Putra “Si Anjing Gila” Main di Serie A Italia

Football5star.com, Indonesia – Pentas Serie A Italia musim 2003-04 kedatangan pemain baru yang menyita perhatian publik dunia. Bagaimana tidak, pemain yang didatangkan oleh Perugia ini adalah putra ‘Si Anjing Gila’ diktator Libya, Muammar Khadafi, Al-Saadi Khadafi.

Presiden Perugia saat itu, Luciano Gaucci mengklaim bahwa perekrutan Saadi Khadafi murni karena urusan sepak bola. Ia menampik bahwa kedatangan Al Saadi lebih karena kepentingan lain di luar urursan sepak bola. Publik Italia memang saat itu mengkritik Perugia dengan kedatangan Al Saadi.

“Di atas semua itu, saya percaya padanya sebagai pribadi dan dalam kemampuannya sebagai pemain sepak bola,” kata Gaucci saat memperkenalkan Al Saadi pada 29 Juni 2003.

 Nostalgia Hari Ini: Putra "Si Anjing Gila" Main di Serie A Italia
bleacherreport.com

Nyatanya apa yang diutarakan oleh Gaucci tak terbukti di lapangan. Pelatih Perugia saat itu, Serse Cosmi tak menganggap Al Saadi layak untuk masuk ke starting XI miliknya. Berposisi sebagai gelandang serang, Al Saadi selama satu musim membela Perugia hanya bermain satu kali.

Setelah di dua laga Perugia musim 2003-04, Al Saadi tak masuk dalam daftar pemain. Serse Cosmi pada akhirnya menurunkan putra ‘Si Anjing Gila’ saat Perugia menjamu Juventus di Stadion Renato Curi. Perugia saat itu menang 1-0 atas Juventus lewat gol tunggal Fabrizio Ravanelli.

Namun peran Al Saadi bisa dibilang tak menonjol. Ia bermain hanya 15 menit. Al Saadi masuk di babak kedua di menit ke-75 menggantikan Jay Bothroyd. Setelah laga melawan Juve, nama Al Saadi kembali tidak masuk ke skuat Perugia. Ia baru masuk ke dalam daftar pemain cadangan saat Perugia menghadapi Lecce dan Modena.

Secara keseluruhan di musim itu, Al Saadi tercatat hanya empat kali masuk ke dalam daftar pemain cadangan Perugia. Artinya Cosmi sama sekali tak mempercaya kemampuan dari Al Saadi.

Dianggap hanya jadi bintang TV Show

Kedatangan Al Saadi seperti sudah diprediksi hanya membuat Perugia mendapat sorot kamera. Mantan pemain Perugia, Emanuele Berrettoni mengatakan bahwa sejak kedatangan Al Saadi, kamp pelatihan tim selalu dipenuhi oleh wartawan dari banyak negara.

Ia mengingat bagaimana setiap hari, kru dari tv Al Jazeera selalu muncul. “Itu seperti acara tv show. Awalnya kami bingung, tapi setelah beberapa lama kami semakin terbiasa. Dia sebenarnya pemain bola seperti kami,” kata Berrettoni.

Berrettoni menyebut pada satu momen, Al Saadi memiliki masalah di bagian telinga. Pihak klub pun langsung memberikan fasilitas mewah untuk mengatasi rasa sakit terebut.

“Saya ingat suatu malam dia memiliki masalah, saya pikir dia sakit telinga. Dan tentu saja, dia memanggil dokter terbaik Italia. Tim memberikannya helikopter dan ia terbang ke Milan untuk melakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Nostalgia Hari Ini: Putra "Si Anjing Gila" Main di Serie A Italia
bleacherreport.com

Keistimewaan ini menurut Berrettoni memang tak pernah dibayangkan oleh rekan satu timnya saat itu.

“Dia memiliki kemungkinan yang tidak dimilik pemain lain. Tidak ada tim yang menginginkan pada satu malam, pemainnya kesakitan, esok paginya ia sudah terbang bertemu dengan dokter terbaik di Italia,”

Sebagai putra dari pemimpin negara, Al Saadi memang hidup bak pangeran. Saat bermain di Perugia, Al Saadi tiap hari mengendarai mobil Lamborghini ke tempat latihan. Ia pun datang dengan pengawalan ekstra ketat dari polisi setempat, serta pasukan khusus yang didatangkan dari Libya.

Sebelum sang pangeran melakukan sesi latihan, para pengawal ini selalu melakukan pemeriksaan dan pembersihan terlebih dahulu. Tempat yang akan ia kunjungi, selalu mendapat pemeriksaan oleh para pengawal Al Saadi.

Bahkan untuk tinggal selama di Perugia, Al Saadi kabarnya menyewa seluruh lantai di Brufani Palace Hotel. Hal yang tak mungkin dilakukan oleh seorang Cristiano Ronaldo sekalipun.

Setelah dari Perugia, Al Saadi hijrah ke Udinese dan bermain satu pertandingan. Pada 2006, ia pindah ke Sampdoria dan memutuskan untuk pensiun dari sepak bola pada 2007.