Nostalgia Hari Ini: Saat Mental Pemain Arsenal Terguncang

Football5star.com, Indonesia – 5 Februari 2011 mungkin jadi hari yang tak terlupakan bagi fan Arsenal. Bagaimana tidak, tim kesayangan mereka gagal meraih kemenangan meski sempat unggul empat gol tanpa balas. Pelatih Arsenal saat itu, Arsene Wenger bahkan mengatakan mental anak asuhnya sedikit terguncang usai pertandingan.

Kondisi tak mengenakkan itu terjadi di pekan ke-26 Liga Inggris. Arsenal bertandang ke markas Newcastle United di Stadion St James Park. Di atas kertas, anak asuh Arsene Wenger lebih diunggulkan. Hal ini lantaran tim tuan rumah mengalami tiga kekalahan beruntun sebelum hadapi tim Meriam London.

Nostalgia Hari Ini Saat Pemain Arsenal Terguncang Mentalnya2
arsenal.com

Wenger menurunkan pemain terbaiknya untuk hadapi anak asuh Alan Pardew. Di lini depan, pelatih Prancis itu menempatkan tiga pemain, Robin van Persie, Theo Walcott, dan Andrei Arshavin. Tiga pemain di lini depan ini diharapkan Wenger bisa mengobrak abrik lini belakang Newcastle yang dikawal oleh Fabricio Coloccini, Jose Henrique, Danny Simpson, dan Mike Williamson.

Secara komposisi pemain kedua tim, yang menarik ada di lapangan tengah. Tim tuan rumah masih memiliki stok gelandang mumpuni seperti Kevin Nolan, Joey Barton, Jonas Gutierez serta gelandang pengakut air, Cheikh Tiote. Sedangkan di kubu Meriam Loondon, Wenger mempercayakan kepada Cesc Fabregas, Abou Diaby dan Jack Wilshere.

Jalannya pertandingan

Arsenal mengawali pertandingan dengan sangat baik. Di menit pertama, The Gunners langsung unggul lewat gol Theo Walcott memanfaatkan umpan terobosan dari Arshavin. Selang dua menit, Arsenal kembali unggul. Arshavin kembali jadi momok.

Kali ini umpan pemain dari Rusia dari eksekusi free kick dikonversi menjadi gol oleh bek asal Swiss, Johan Djourou. Tertinggal dua gol di menit awal, The Magpies mencoba mengancam, namun sejumlah peluang tak mampu membobol gawang Wojciech Szczesny.

Justru tim tamu yang kembali unggul pada menit ke-10. Akselerasi Walcott di kotak penalti Newcastle diakhiri dengan umpan mendatar yang langsung disambut sepakan keras dari Robin van Persie. Arsenal unggul jauh 3-0. Gemuruh di St James Park mulai tak terdengar dengan hasil ini.

Pemain Arsenal semakin percaya diri menggempur pertahanan Newcastle. Menit ke-26, umpan crossing Bacary Sagna dituntaskan Robin van Persie dengan sundulan yang tak mampu dihalau oleh Stephen Harper. Arsenal semakin menjauh empat gol tanpa balas. Di tribun penonton, sejumlah pendukung Newcaslte mulai kesal dan memilih untuk pergi meninggalkan stadion.

Babak kedua yang menyakitkan

Arsenal menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0. Di babak kedua, pemain Arsenal mulai melemahkan tempo permainan. Hal ini jadi kesalahan fatal. Pemain Newcastle United belum habis mentalnya meski tertinggal 0-4.

Permainan The Magpies lebih hidup. Koordinasi antara lini juga terbangun dengan sangat baik. Yang menarik, pemain Newcastle juga menerapkan strategi memancing kubu Arsenal emosional. Hal ini menjadi awal petaka bagi Arsenal.

Nostalgia Hari Ini Saat Pemain Arsenal Terguncang Mentalnya
premierleague.com

Pada menit ke-50, Abou Diaby harus menerima kartu merah setelah terlibat insiden dengan Joey Barton dan Kevin Nolan. Bermain dengan 10 orang membuat The Gunners tertekan. Pada menit ke-69, The Magpies memperkecil ketertinggalan lewat gol Joey Barton. Tak berselang lama, umpan Enrique diakhiri dengan gol kedua Newcastle yang dicetak Leon Best.

Kebobolan dua gol makin membuat permainan Arsenal kacau. Mendekati menit akhri pertandingan, Newcastle mampu mencetak dua gol tambahan dari penalti Joey Barton dan sepakan keras dari luar kotak penatli Tiote. Seketika St James Park bergemuruh.

“Kami tertinggal empat gol, ada orang yang meninggalkan stadion karena mengira semua sudah berakhir,” kata Alan Pardew usai pertandingan.

“Para pemain alami dampak buruk secara psikologis di ruang ganti,” ucap Arsene Wenger.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More