Nostalgia Hari Ini: Tak Ada Shearer, Ole Gunnar Solskjaer Pun Jadi

Football5star.com, Indonesia – Ole Gunnar Solskjaer bukanlah jadi pilihan pertama Sir Alex Ferguson. Pada 29 Juli 1996, Solskjaer datang ke Old Trafford, markas Manchester United dari klub kecil, Molde. Publik Setan Merah dibuat kaget, pasalnya United saat itu ramai dirumorkan akan datangkan striker Blackburn Rovers, Alan Shearer.

Publik Old Traffrod saat itu sangat berharap United mampu datangkan Shearer yang dalam waktu tiga musim bersama Rovers mampu mencetak 108 gol. Pilihan untuk datangkan striker haus gol di musim panas 1996 memang mau tak mau dilakukan Sir Alex.

United saat itu hanya memiliki dua pemain di lini depan, Andy Cole dan Eric Cantona. Mark Hughes dan Brian McClair, dua striker lainnya memilih hengkang dari United. United gagal dapatkan Shearer karena tak mau membayar 15 juta poundsterling ke Rovers, angka yang dibayarkan Newcastle United satu hari setelah kedatangan Solskjaer ke Old Trafford.

Nostalgia Hari Ini: Tak Ada Shearer, Ole Gunnar Solskjaer Pun Jadi
The Sun

“Jack Walker berkata kepada saya kalau Shearer hanya akan dilepas ke klub lain dengan harga 20 juta poundsterling, tetapi Newcastle bisa mendapatkannya hanya dengan 15 juta poundsterling. Tidak mungkin Shearer pergi ke United karena dia hanya mau bermain untuk Newcastle,” ucap eks CEO Newcastle, Freddy Shepherd seperti dikutip Football5star.com dari Manchestereveningnews, Rabu (29/7/2020).

Sebelum memutuskan untuk mendapatkan Solskjaer, United sendiri sempat mendekati Gabriel Batistuta. Pendekatan kepada Batitstuta dilakukan United setelah Jack Walker dengan tegas tidak akan menjual Shearer ke United.

“Saya sebenarnya yakin kalau United sudah berhasil mendatangkan Alan Shearer. Ia sudah ke rumah Sir Alex Ferguson, berbicara dengannya dan berusaha meyakinkannya untuk datang. Masalahnya ada di Jack Walker yang bukan penggemar United,” kata mantan CEO United, Martin Edwards.

Dengan uang yang jauh lebih murah, 1,5 juta poundsterling, United akhirnya memilih untuk mendapatkan jasa Solskjaer. Sejak awal, pemain berjuluk Baby-Faced Assassin sudah sadar bahwa ia memang bukan pilihan utama di Old Trafford.

“Untuk enam bulan ke depan, mainlah di reserve dan biasakan dirimu dengan Inggris, kemudian Januari nanti kita mungkin akan mencoba memainkanmu di tim utama,” ucap Solskjaer mengingat apa yang dikatakan oleh Sir Alex Ferguson.

Sontekan untuk Treble Winners

Pilihan Sir Alex untuk merekrut Solskjaer tak keliru. Ia adalah super sub bagi lini depan United. Di musim pertamanya, Solskjaer mampu mencetak 18 gol dan menjadi top skor klub sekaligus mempersembahkan gelar juara Liga Inggris.

Pada1998-99 meski statusnya tak berubah menjadi pemain cadangan, Solskjaer merasakan momen indah pada musim itu. Bagaimana tidak, dia berhasil mencetak 4 gol pada saat United menang telah 8-1 atas Nottingham Forest di Liga Inggris, padahal hanya bermain selama 12 menit.

Selain itu, di final Liga Champions, ia jadi penentu kemenangan United atas Bayern Munich di Stadion Nou Camp. Sontekannya di menit ke-90+3

Dalam situasi imbang 1-1, Manchester United mendapat tendangan sudut. Bola dikirim David Beckham ke arah kotak penalti dan disundul oleh Teddy Sheringham. 

Nostalgia Hari Ini: Tak Ada Shearer, Ole Gunnar Solskjaer Pun Jadi
getty images

Bola lalu jatuh ke kaki Ole Gunnar Solskjaer yang menceploskan bola ke gawang lawan. Para pemain Manchester United bersorak, penggawa Bayern Munchen tertunduk. Ole Gunnar Solskjaer menjadi pahlawan bagi Manchester United. 

“Setiap kali aku duduk di bench, aku selalu berkata dalam hati: ‘Tunggu aku di lapangan, aku akan menunjukkannya pada kalian semua!” ucap Solskjaer.

Selama 11 tahun di United (1996-2007), ia bermain dalam 366 pertandingan, 150 di antaranya sebagai pemain pengganti. Berperan sebagai pemain pengganti, Solskjaer rupanya memiliki cara tersendiri hingga mampu menjadi pahlawan klub.

Ia mengaku selama duduk di bangku cadangan akan selalu mengawasi pemain tim lawan dan mempelajari kesalahan mereka.

“Aku mungkin tak menganalisis seluruh pertandingan. Aku harus berpikir bagaimana caranya supaya aku bisa melakukan sesuatu jika aku masuk. Aku akan mempelajari bek mereka, melihat apa yang salah dari mereka,” ucap Ole Gunnar Solskjaer.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More