Nostalgia Hari Ini: Tendangan Voli Zidane Buat Musim Bayer Leverkusen Hancur

Football5Star.com, Indonesia – 15 Mei, 18 tahun yang lalu, Real Madrid berhasil mendapatkan gelar Liga Champions kesembilannya saat mengalahkan Bayer Leverkusen 2-1. Mungkin bagi sekedar klub kekalahan pada laga final Liga Champions mungkin tidak apa-apa karena itulah sepak bola. Tapi bagi Leverkusen ini adalah hal terkejam yang pernah dialami klub.

Bagaimana tidak, Leverkusen sebenarnya bisa meraih Treble pada musim itu, 2001-02. Tapi semuanya hancur ketika performa Leverkusen menukik tajam di akhir musim.

Di Bundesliga, mereka berada pada posisi pertama dengan defisit lima poin dengan Dortmund dan menyisakan tiga laga sisa. Mereka juga masuk ke babak final DFB Pokal melawan Schalke 4 hari sebelum laga final Liga Champions melawan Madrid di Glasgow.

Nostalgia Hari Ini Tendangan Voli Zidane Buat Musim Bayer Leverkusen Hancur
The Independent

Tapi Leverkusen malah kalah dua kali dari tiga laga sisa itu dan mereka disalip oleh Dortmund dengan defisit satu poin saja. 7 hari setelah itu mereka dikalahkan Schalke di final DFB Pokal dengan skor 4-2.

“Anda kalah di pertandingan, kami harus mengakui itu. Kami hanya ingin melakukan yang terbaik untuk bisa mendapatkan kemenangan spesial untuk mengakhiri musim ini setelah dua kesempatan kita gagal di Jerman,” ucap pelatih Leverkusen, Klaus Toppmoller.

Jalannya Laga Babak Final Liga Champions

Leverkusen saat itu diperkuat oleh beberapa pemain kelas atas, seperti Hans-Jorg Butt, Michael Ballack, Lucio, dan Oliver Neuville harus meladeni perlawanan dari Los Galacticos Real Madrid.

Raul Gonzalez membuka keunggulan terlebih dahulu pada menit ke-8 setelah menerima umpan long throw dari Roberto Carlos. Tapi Leverkusen, langsung bereaksi ketika bek tengah mereka Lucio, menyamakan kedudukan lewat sundulan.

Tapi pada menit ke-45, terjadi salah satu momen yang akan dikenang dalam sejarah Liga Champions. Roberto Carlos mengirim umpan lambung tinggi kepada Zinedine Zidane, pemain terbaik dunia 1998 itu langsung melakukan tendangan voli keras ke gawang Butt. Skor berubah menjadi 2-1.

Tapi mimpi buruk terjadi saat kiper Real Madrid, Cesar Sanchez, harus menderita cedera. Dia langsung diganti oleh kiper muda Madrid, Iker Casillas.

Tapi Casillas melakukan beberapa penyelamatan gemilang. Dua kesempatan emas dari Dimitar Berbatov berhasil ditepis olehnya dan membuat skor bertahan 2-1 hingga akhir.

Dengan begitu pada musim 2001-02, Bayer Leverkusen menjadi runner-up Bundesliga, runner-up DFB-Pokal, dan runner-up Liga Champions.