Nostalgia Hari Ini: Terbongkarnya Skandal Suap Wasit Liga Indonesia

Football5Star.com, Indonesia – 2 Maret 1998 menjadi salah satu hari terkelam dalam sejarah Liga Indonesia, terutama buat wasit. Sebab, pada tanggal tersebut terbongkar skandal suap yang bahkan melibatkan seorang wasit PSSI, Djafar Umar.

Pengaturan skor di sepak bola Indonesia memang sudah terjadi sejak lama. Bahkan, tak sedikit kasus tersebut menyeret pengurus PSSI. Seperti yang terjadi pada 1998 silam.

Memalukan, begitu kata yang tepat untuk Djafar. Karena faktanya, Djafar Umar ternyata merupakan Komite Wasit PSSI dan disebut terlibat dengan segala pengaturan skor di berbagai pertandingan Liga Indonesia.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari pengaua manajer Persikab Kabupaten Bandung, Endang Sobarna. Dalam sebuah pertemuan, dia mengungkapkan adanya praktik suap yang melibatkan wasit di kompetisi sepak bola Indonesia.

Dok. Tabloid Bola

Bermodal dari pengakuan Endang, PSSI membentuk tim investigasi pada 2 Maret 1998. Bernama Tim Independen Masalah Perwasitan (TIMP), tim tersebu dibentuk untuk menyelidiki kasus suap wasit Liga Indonesia itu.

Tak disangka, nama Djafar Umar malah terseret dalam kasus tersebut. Djafar disebut terbukti melakukan pengaturan skor beberapa pertandingan yang melibatkan 40 wasit sekaligus.

TIMP akhirnya memberikan sanksi tegas kepada si wasit. Dia diarang terlibat di dunia sepak bola selama 20 tahun. “Tak hanya itu saja, kasusnya pun akan di bawa ke ranah pidana. Polisi sudah turun untuk menanganinya,” ucap ketua TIMP, Mayjen TNI Adang Ruchiatna, kala itu.

Penuh Intrik

Liga Indonesia itu disebut-sebut memang penuh intrik. Selain terbuktinya Djafar, beberapa pertandingan memang kerap dijual. Bahkan, PSSI disebut bisa mengatur jadwal pertandingan tergantung dari uang yang masuk.

“Selain itu tempat kompetisi pun bisa dipindah dalam waktu singkat,” ucap salah satu sumber yang tak disebutkan namanya dikutip dari Tabloid Bola Edisi no.779, 6 Maret 1998.

Bahkan, kala itu praktik suap kepada wasit Liga Indonesia tak cuma melibatkan satu atau dua klub saja. Praktik suap itu dianggap hal wajar sebagai uang terima kasih.

“Hampir semua klub pernah melakukan itu,” kata salah satu wasit nasional, Usman, dikutip dari harian yang sama.

Liga IndonesiaMafia BolaNostalgia Hari Inipengaturan skorWasit