Nostalgia Hari Ini: Tragedi Munich 1958 Tewaskan 8 Pemain MU

Football5star.com, Indonesia – 6 Februari 1958 jadi sejarah kelam bagi Manchester United (MU). Pada hari itu 63 tahun lalu, MU yang diperkuat pemain muda berbakat harus menerima kenyataan pahit nan menyakitkan. 8 pemain MU yang dijuluki The Busby Babes meninggal dunia di tragedi Munich 1958.

Sekilas soal The Busby Babes. Julukan ini disematkan kepada pemain Manchester United saat tim ini dilatih oleh mantan pelatih tim sepak bola tentara Inggris, Matt Busby. Pelatih legendaris MU itu datang Old Trafford dengan membawa semangat perubahan.

Sebelum datang ke MU, Matt Busby sempat ditawari menjadi asisten pelatih di Liverpool. Namun karena perbedaan pendapat dengan pemilik Liverpool, Busby memutuskan tinggalkan Anfield. Di MU, Busby memiliki peran baru di klub Liga Inggris saat itu yakni manajer. Ia memiliki kuasa penuh untuk menentukan pemain yang bermain hingga kebijakan transfer pemain.

Nostalgia Hari Ini: Tragedi Munich 1958 Tewaskan 8 Pemain MU
goal

Pada awalnya petinggi klub hanya menawarkan Busby kontrak tiga tahun. Namun Busby mengatakan bahwa perubahan di United membutuhkan waktu cukup lama. Ia pun akhirnya menandatangani kontrak berdurasi lima tahun. Revolusi ala Busby pun dimulai di Old Trafford.

Busby ke United tak sendirian, ia didampingi oleh Jimmy Murphy. Eks pemain West Brom ini didaulat menjadi pelatih kepala. Busby membutuhkan tenaga Murphy bukan karena ia tak memiliki taktik bagus dalam melatih, ada hal lain. Murphy saat itu dikenal sebagai pemain yang memiliki kepribadian kuat dan orator ulung. Sisi ini yang dibutuhkan Busby dari Murphy.

Perlahan namun pasti, MU mulai jadi tim papan atas Liga Inggris. Meski selama lima musim melatih hanya satu gelar yang singgah ke Old Trafford yakni Piala FA 1947-48. Namun sepanjang lima musim, MU di empat musim terakhir selalu menduduki posisi kedua pada akhir klasemen.

Saat Tragedi Itu Terjadi

Musim 1957-58, United kembali bermain di kompetisi Eropa. Torehan kemenangan terus diukir oleh Dennis Viollet dkk. Pada laga leg pertama, United hempaskan wakil Irlandia, Shamrock Rovers dengan skor 6-0. Bermain di Old Trafford pada leg kedua, United menang 3-2.

United melaju ke babak berikutnya dan jumpa wakil Ceko, Dukla Prague. Di leg pertama, mereka menang tiga gol tanpa balas. Namun di leg kedua yang berlangsung di Praha, United menyerang 1-0. Meski begitu, United tetap melaju karena unggul agregat gol.

Di babak perempatfinal, United bertemu raksasa Yugoslavia, Red Star Belgrade. Pada pertemuan pertama di Old Trafford, MU menang tipsi 2-1. Dua gol kemenangan United dicetak oleh Bobby Charlton dan Edward Colman. Kepercayaan diri tumbuh di diri pemain MU untuk hadapi Red Star di markas mereka, JNA Stadion.

Datang ke Beograd, United mendapat perlawanan ketat dari tim tuan rumah. Skor akhir di papan skor imbang 3-3. Hasil ini membuat United dipastikan melenggang ke partai semifinal dan akan menghadapi AC Milan. Hasil imbang ini dirayakan oleh pemain United dan mereka pun langsung pulang keesokan hari, 6 Februari 1958.

Kondisi cuaca di Eropa saat itu memang tidak bersahabat. Badai salju menyerang. Skuat Busby Babes menumpangi pesawat berjenis Airspeed Ambassador 2 bernama Elizabeth. Pesawat jenis ini tak mampu langsung terbang dari Beograd, mereka harus singgah di Munich untuk mengisi bahan bakar untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Manchester.

Tiba di Munich, badai salju membuat kondisi penerbangan saat itu sangat berisiko. Setelah mengisi bahan bakar, pilot Kapten James Thain dan co pilot, Kapten Kenneth Rayment kemudian mengarahkan pesawat untuk lepas landas. Sekedar informasi, kedua pilot ini merupakan pilot berpengalaman. Keduanya sempat menjadi pilot untuk Angkatan Udara Inggris di Perang Dunia II.

Tiga kali percobaan lepas landas

Pukul 14:19 GMT, menara kontrol di Munich mendapat informasi dari pilot Elizabeth bahwa mereka siap untuk lepas landas. Menurut catatan, kapten Thain memberikan kendali ke copilot Kenneth. Pada percobaan pertama ini, pesawat gagal terbang. Tiga menit kemudian, Elizabeth coba untuk kembali lepas landas.

Di percobaan kedua ini juga gagal. Kapten Thain melihat ada kejanggalan di mesin setelah 40 detik akan terbang lepas landas. Para penumpang kemudian turun dan menunggu di ruang tunggu bandara. Badai salju turun lebat. Pemain MU berpikir saat itu penerbangan akan dibatalkan. Duncan Edwards bahkan sudah mengirim telegram ke pihak United bahwa semua penerbangan dibatalkan karena cuaca.

Nostalgia Hari Ini: Tragedi Munich 1958 Tewaskan 8 Pemain MU
Daily Mail

Setelah berdiskusi dengan Bill Back, petugas menara kontrol Munich, Thain percaya diri bahwa ia bisa lepas landas di percobaan ketiga. Para penumpang dipanggil kembali dan naik ke dalam pesawat. Mulai timbul perasaan gelisah di antara pemain MU.

Salah satu pemain MU, Liam Whealan seperti dikutip dari The Guardian sempat menyeletuk, “Ini mungkin kematian, tapi saya siap,” Pukul 15:02 GMT, menara pengawas memberi izin Elizabeth untuk tebrang. Selang beberapa menit kemudian tragedi terjadi.

“Ya Tuhan, kami tidak akan berhasil,” teriak co pilot, Kapten Kenneth Rayment. Pesawat tergelincir di ujung landasan dan menabrak pagar serta rumah dekat bandara Munich. 8 pemain MU menjadi korban, mereka adalah Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor, Billy Whelan.

Korban lainnya yang tewas adalah co pilot, Kapten Kenneth Rayment, dua orang jurnalis, Frank Swift dan Donny Davies. Sedangkan staf pelatih MU yang tewas adalah Walter Crickmer (sekretaris klub), Tom Curry, dan Bert Whalley.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More