Nostalgia Hari Ini: Upaya Bongkar Skandal Sepak Bola Gajah PSS vs PSIS

Football5Star.com, Indonesia – Sepak bola gajah yang sempat mencoreng sepak bola Indonesia terjadi antara partai PSS Sleman vs PSIS Semarang. Pada 5 Agustus, lima tahun yang lalu PSSI mencoba membongkar dalang di balik aksi tak terpuji tersebut.

Pertandingan sepak bola gajah itu sebenarnya terjadi pada 26 Oktober 2014 lalu di Stadion Sasana Krida AAU, Yogyakarta. Saat itu PSS Sleman berhasil meraih kemenangan 3-2 atas PSIS, tapi anehnya kedua tim berlomba untuk bunuh diri.

Kecurigaan itu bermula pada menit ke-78. Mantan pemain PSS, Agus Setiawan saat itu mencetak gol ke gawang sendiri yang dibiarkan oleh kipernya. Sepuluh menit kemudian gantian Hermawan Jati yang dengan cuma-cuma membuat PSIS unggul dua gol tanpa balas.

Tak sampai di situ. Pada menit-menit akhir, PSIS Semarang seperti melakukan balasan kepada PSS. Dimulai menit ke-89 saat Fadli Manan mencetak gol ke gawang sendiri. Lalu gantian Komaedy yang mencetak brace ke gawang sendiri menit 90+1′ dan 90+3′.

Disebut-sebut, awal mula kedua tim melakukan sepak bola gajah karena untuk menghindari Pusamania Borneo FC saat itu. PBFC (kini bernama Borneo FC) disebut sebagai salah satu tim yang kuat dan PSS atau PSIS akan jadi lawannya di semifinal.

Nah pada 5 Agustus 2015, PSSI mencoba mengungkap sepak bola gajah PSS vs PSIS itu. Melalui Komite Disiplin, PSSI memanggil empat pemain PSS Sleman, Agus Yuwono (mantan pelatih Perseteruan) dan Gunawan (Mantan pelatih Persipura Purwodadi).

Dihukum Seumur Hidup, Tapi Bebas

Beberapa hari berselang, PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada para pelaku yang terlibat. Mayoritas hukumannya ialah larangan berkecimpung di dunia sepak bola selama seumur hidup.

Akan tetapi pada Januari 2017 di era kepemimpinan baru Edy Rahyamadi, PSSI mengeluarkan surat. Isinya 20 pelaku sepak bola gajah PSS vs PSIS itu dibebaskan dari sanksi. Para pelaku bebas untuk kembali berkarier pada kompetisi musim 2017.

Beberaa nama yang dibebaskan dari hukuman di antaranya, Herry Kiswanto, Edy Broto, Wahyu Gunawan, Anang Hadi, Eko Setiawan, Moneiga Bagus, Eko Riyadi, Taufik Hidayat, hingga Sunar Sulaiman.

PSIS SemarangPSS SlemanSepak bola gajah