Nostalgia Hari Ini: Wimbledon Kalahkan Liverpool di Final Piala FA

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 14 Mei, 32 tahun yang lalu, terjadi salah satu momen “Fairytale'” ketika Wimbledon FC berhasil mengalahkan klub raksasa Liverpool di Final piala FA 1987-88. 11 tahun sebelum momen ini pada tahun 1977, Liverpool berhasil meraih gelar European Cup (Liga Champions) untuk pertama kalinya. Wimbledon? mereka baru promosi ke divisi empat Liga Inggris.

Sejak saat itu Liverpool menjadi klub terbaik di Inggris dan Eropa setelah memenangi 3 Piala Champions, 6 Divisi Satu, dan 1 Piala FA. Sementara Wimbledon secara luar biasa meraih promosi sampai akhirnya bisa berada di Divisi Satu pada musim 1986-87.

Musim 1987-88, Liverpool kembali menjadi juara Divisi Utama dengan menyisakan lima laga sisa, sedangkan Wimbledon finis pada posisi ke-7. Sudah pasti The Reds jauh lebih diunggulkan pada babak final Piala FA itu.

Nostalgia Hari Ini Wimbledon FC Kalahkan Liverpool di Final FA Cup
afcwimbledon.co.uk

Jalannya Pertandingan

Bermain di depan 98 ribu penonton di Stadion Wembley, Liverpool terus berkali-kali mengancam gawang kapten Wimbledon, Dave Beasant . Tapi Wimbledon membuat kejutan ketika pada menit ke-37, umpan dari tendangan bebas Dennis Wise bisa disundul oleh Lawrie Sanchez dan membuat Wimbledon unggul 1-0.

The Reds sempat mencetak gol lewat Peter Beardsley saat dia men-chip bola ke gawang Wimbledon, tapi gol itu dianulir karena wasit sudah memberi tendangah bebas kepada Liverpool.

Pada menit ke-60, Liverpool mendapatkan penalti saat John Aldridge dilanggar oleh Clive Goodyear. Tapi penalti Aldridge berhasil ditepis oleh Beasant. Ini untuk pertama kalinya dalam laga final Piala FA seorang kiper berhasil menepis penalti. The Dons berhasil menahan gempuran sampai menit-menit akhir, dan berhasil menjadi juara Piala FA untuk pertama kalinya.

Nostalgia Hari Ini Wimbledon FC Kalahkan Liverpool di Final FA Cup
These Football Times

Setelah laga usai, komentator BBC, John Motson mengatakan “The Crazy Gang sudah mengalahkan The Culture Club.”

The Crazy Gang’ sebutan untuk skuad Wimbledon kala itu karena gaya nyentrik dari para pemainnya seperti Dennis Wise, Brian Gayle, dan Vinnie Jones, yang dipimpin oleh pelatih Bobby Gould.

Sayangnya Wimbledon tidak bisa masuk ke kompetisi Piala Winners karena saat itu Inggris sedang dihukum tidak boleh ikut kompetisi Eropa karena tragedi Heysel di tahun 1985.

Sampai Wimbledon direlokasi dan berubah nama menjad MK Dons pada tahun 2003. Prestasi ini merupakan prestasi tertinggi yang pernah diraih sepanjang sejarah klub.