Nuno Espirito Santo Merasa Wolves Dizalimi Premier League

Football5Star.com, Indonesia – Manajer Wolverhampton Wanderers, Nuno Espirito Santo, tak habis pikir melihat jadwal yang akan dilakoni timnya di Premier League pada periode Natal. Wolves harus menghadapi dua tim teratas saat ini, Liverpool dan Manchester City, dengan jeda hanya 45 jam. Dia merasa timnya dizalimi Premier League.

Berdasarkan jadwal yang dirilis Premier League, Wolves akan menjamu Manchester City di Stadion Molineux pada 27 Desember pukul 19.45 waktu setempat. Mereka lalu harus melawat ke kandang Liverpool, Stadion Anfield, pada 29 Desember pukul 16.30 waktu setempat.

Bila dihitung, jeda antara dua laga melawan tim besar itu kurang dari 48 jam seperti yang sebetulnya disarankan FIFA. Bahkan, kurang dari 45 jam. Setelah melawan Manchester City, Nuno Espirito Santo dan anak-anak asuhnya hanya punya waktu 44 jam 45 menit sebelum sepak mula laga menghadapi Liverpool.

Wolves harus melawan Manchester City dan Liverpool di Premier League dengan jeda hanya 45 jam.
wolves.co.uk

Hal itu tentu saja membuat Nuno Espirito Santo geram. “Ini absurd dan menggelikan. Tak peduli soal siapa yang dihadapi, ini tentang kami. Para pemain harus berkompetisi dan kami akan melakukan itu. Namun, ini berat. Ini berbahaya. Hanya 45 jam, mustahil melakoni laga lain,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari The Telegraph.

Manajer berumur 45 tahun itu menambahkan, “Orang-orang yang memutuskan hal ini tak punya kesadaran soal dampak fisik terhadap para pemain saat pertandingan. Bermain lagi hanya setelah 45 jam tampil, tak ada yang siap untuk itu.”

Nuno Espirito Santo memahami jadwal gila yang menuntut Wolverhampton tampil dua kali dalam tempo 45 jam itu memang tuntutan dari pemegang hak siar. Namun, dia mengingatkan, para pemain adalah pemeran utama yang seharusnya diproteksi.

“Jangan katakan kepada saya soal Amazon dan Sky. Seseorang, tolong jelaskan kepada saya kenapa Wolves harus seperti ini? Lihat dan lindungilah para pemain. Mereka adalah para protagonis. Siaran televisi butuh para pemain. Orang-orang pergi ke stadion untuk melihat para pemain,” urai Nuno Espirito Santo lagi.

Comments
Loading...