Osvaldo Ardiles: Sepak Bola Jalanan dan Korban Konflik Argentina-Inggris

Football5star.com, Indonesia – Tidak banyak pemain Argentina yang berani mengadu nasib ke Inggris medio 1970-an hingga 1980-an. Pada masa itu Spanyol dan Italia adalah destinasi idaman pemain Argentina dan negara Amerika Latin lainnya.

Tidak dipandangnya kompetisi Inggris oleh orang-orang Amerika Latin, terutama Argentina, dikarenakan beberapa faktor. Dari segi teknis, sepak bola Inggris era tersebut terkenal dengan kick n rush-nya. Kekuatan fisik dan kecepatan berlari jadi faktor utama kesuksesan di sana.

Dari segi nonteknis, tentu saja perbedaan budaya yang mencolok, ditambah penguasaan bahasa Inggris pemain-pemain Latin yang cukup minim. Sebaliknya, di Italia dan Spanyol mereka tidak mengalami hal-hal tersebut.

El Grafico

Kendati demikian, masalah itu tidak membuat Osvaldo Ardiles ciut ketika datang pertama kali ke Inggris. Ia malah membuktikan anggapan orang-orang salah. Ardiles justru sukses besar, terutama ketika berseragam Tottenham Hotspur.

Menariknya, Osvaldo Ardiles harus melalui jalan panjang nan terjal sebelum menginjakkan kaki di Britania Raya. Ardiles, sebagaimana kebanyakan pemain Argentina lainnya, berasal dari keluarga tak berada.

Ia lahir dan besar di Cordoba, kota terpadat kedua di Argentina. Kecintaannya pada sepak bola berawal dari kebiasaan anak-anak di sana yang kerap bermain di jalanan.

Ya, Argentina adalah negara gila bola. Hampir tidak ada anak kecil yang tidak bermain bola di sana. Baik untuk sekadar mengisi kekosongan, menyalurkan hobi, hingga mereka yang memang ingin menjadi pesepak bola handal pada masa mendatang.

Seperti dilansir Football Chronicle, ketertarikan Osvaldo Ardiles pada sepak bola awalnya hanya untuk menyalurkan hobi. Ia bermain untuk bersenang-senang, apalagi memang itu yang ditawarkan dari sepak bola jalanan.

Tapi kemudian, permainannya justru memukau banyak orang. Mereka yang menonton permainan sang gelandang belia dibuat terhibur. Hingga akhirnya tawaran menuju jenjang profesional datang.

Ia ditawari trial di akademi klub lokal, Instituto Cordoba. Ardiles tetap bermain dengan gaya jalanannya. Dia dianggap anak yang pintar karena selalu menghindari kontak fisik dengan lawan. Dia sadar akan kalah jika harus berduel dengan lawan.

Ardiles tidak bertubuh besar. Untuk ukuran orang Argentina, ia termasuk kecil, kurus. Hampir bisa dipastikan dirinya akan terjatuh ketika diganggu lawan.

Untuk itu, ia selalu memanfaatkan kepiawaiannya dalam mengolah bola. Dia punya dribling bola mematikan, akurasi umpan, dan tahu bagaimana cara mengelebaui lawan.

Tinggalkan Kuliah Gara-Gara Sepak Bola

Bertahun-tahun ditempa akademi Instituto, Osvaldo Ardiles akhirnya merasakan debut profesional pada 1973. Ia tampil sebanyak 14 kali pada musim tersebut dengan menghasilkan tiga gol.

Performa pada musim debut langsung membawanya menjelajahi klub-klub yang lebih mapan di Argentina. Ia pernah bermain untuk Atletico Belgrano dan salah satu klub ibu kota, Huracan. Di sana pula talentanya tercium Cesar Luis Menotti, pelatih Tim Tango.

Akan tetapi, sang pemain mengalami dilema besar. Sebagai pemain profesional, sekaligus anggota timnas Argentina, dia dipusingkan dengan jadwal yang sangat padat. Bertanding, berlatih, serta belajar untuk pendidikan benar-benar menguras waktu dan tenaga Ardiles.

FIFA

Sebagai informasi, Ardiles ketika itu masih tercatat sebagai mahasiswa. Dia calon sarjana hukum. Namun, kesibukannya sebagai pesepak bola membuat kuliahnya berantakan. Akhirnya, ia memutuskan meninggalkan akademi demi fokus total di sepak bola.

Itu memang keputusan yang sangat berani. Pemain kelaghiran 3 Agustus 1952 bahkan harus berhadapan dengan orang tua nya yang tidak senang karena dia meninggalkan pendidikan. Namun, ia menjawabnya dengan prestasi gemilang di lapangan.

Ardiles membawa Argentina juara Piala Dunia 1978. Sepanjang turnamen dia hanya absen satu pertandingan saja. Dia adalah kepingan emas Albiceleste bersama Mario Kempes. Ya, Football Chronicle menyebut kedua pemain ini punya telepati yang sangat kuat, yang tidak dimiliki pemain lain.

Argentina Pertama di Tottenham Hotspur

Performa luar biasanya selama di Piala Dunia 1978 membuat banyak klub Eropa kepincut pada Osvaldo Ardiles. Mulai dari Inter Milan, Valencia, hingga Barcelona ingin menggaetnya.

Akan tetapi siapa yang menyangka jika dia malah hijrah ke Inggris. Lebih mengagetkan lagi dia memilih Tottenham Hotspur, yang waktu itu baru promosi ke kasta tertinggi.

Untuk meyakinkan Ardiles, Tottenham tergolong pintar. Mereka juga memboyong sahabat karib sang gelandang, Ricardo Villa, pada waktu yang bersamaan.

Bagi Ardiles dan Ricardo Villa Transfer ini menjadikan mereka sebagai pemain Argentina pertama di klub London Utara. Sedangkan bagi klub dan juga Liga Inggris ini tonggak sejarah.

Futbolista

Mereka adalah pemain luar negeri pertama yang bermain untuk klub divisi tertinggi setelah FA mencabut larangan merekrut pemain asing yang sudah berusia 47 tahun. Di sisi lain, kedatangan mereka juga menimbulkan problema.

Para fan yang masih tabu melihat pemain asing, terlebih dari Amerika Latin, mempertanyakan keputusan manajemen. Sedangkan fan lain menertawakan Tottenham.

Kondisi ini memengaruhi mental Ardiles dan Villa. Keduanya kesulitan beradaptasi dengan gaya kick n rush Liga Inggris. Bahkan mereka butuh waktu dua tahun untuk dipuja publik White Hart Lane.

Kontribusi keduanya membuat Spurs sukses menyingkirkan Manchester United dari Piala FA. Ketika laga sepertinya akan berakhir tanpa gol, Ardiles muncul sebagai pahlawan. Menerima umpan silang dari Villa, tendangan kerasnya menghujam sudut kanan gawang Setan Merah.

Musim berikutnya jadi musim terindah dalam karier Osvaldo Ardiles. Untuk pertama kalinya di tingkat klub ia mampu mengangkat trofi. Trofi pertama yang ia raih adalah Piala FA 1980-1981. Dua musim berselang ia meraih trofi yang lebih bergengsi, yakni Piala UEFA.

Ardiles, yang dijuluki Phyton oleh adiknya sendiri, bertahan di Spurs hingga 1989. Ia Memainkan 221 pertandingan, mencetak 16 gol selama sembilan musim sebelum memutuskan pindah ke Blackburn Rovers.

Korban Politik Inggris vs Argentina

Sayangnya, karier Osvaldo Ardiles selama di Tottenham mendapat gangguan dari luar lapangan. Bahkan ia harus rela “mengungsi” sementara ke Paris Saint-Germain.

Pada tahun 1982 Inggris bersitegang dengan Argentina. Kedua negara memperebutkan pulau Falkland yang menyimpan jutaan kekayaan.

Ketegangan ini bermula saat presiden Argentina saat itu, Leopoldo Fortunato Galtieri Castelli, menyerang Kepulauan Falkland yang dikuasai Inggris. Sang presiden merasa negaranya berhak atas kepemilikan pulau tersebut karena hanya berjarak 480 kilometer dari Argentina.

Keputusan sang presiden mendapat dukungan penuh dari rakyatnya. Bahkan mereka berikrak siap berperang dengan Inggris demi memiliki Farkland, termasuk melalui ranah sepak bola.

Piala dunia 1982 jadi bukti nyata bagaimana gamblangnya isu Falkland dimainkan publik Argentina. Osvaldo Ardiles yang termasuk dalam skuat Tim Tango ketika itu pun terkena imbasnya.

FIFA

Perang selama 10 minggu antarkedua negara memaksa Ardiles bertahan di negaranya. Ia kemudian kehilangan sepupunya, Jose Ardiles, yang mati dalam perang 10 minggu tersebut.

Jose Ardiles adalah Tentara Angkatan Udara Argentina. Dia menjadi pilot salah satu pesawat yang dikerahkan pemerintah untuk mengambil kembali kepulauan Falkland.

Hubungan erat ini yang kemudian membuat namanya terus diawasi media dan otoritas di Inggris. Melihat gelagat tersebut, Tottenham dan Ardiles mengambil jalan tengah. Ia meminjamkan sang gelandang ke Paris Saint-Germain.

Ketika konflik Farkland mereda, Osvaldo Ardiles kembali ke Tottenham. Setelah apa yang terjadi, Ardiles tidak kehilangan cinta dari fan The Lilywhites. Namanya tetap dipuja seperti biasa.

Sebagai negara sepak bola, Inggris dan Argentina adalah musuh bebuyutan. Tapi bagi Ardiles, kedua negara itu adalah rumahnya.

Ia mengawali karier di tanah air tercinta. Lalu mengakhirinya di tanah Britania 1991 silam. Bersama kawan karibnya, Ricardo Villa, nama Osvaldo Ardiles abadi dalam Hall of Fame Tottenham Hotspur 2008 silam.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More