Arema Lahir dari Sakit Hati Ditolak Tim Nasional

Arema tidak lahir begitu saja. Dalam sejarahnya, keinginan untuk membentuk tim berjuluk Singo Edan tersebut justru lahir dari sakit hati ditolak tim nasional. Pernyataan itu keluar dari mulut salah seorang pendiri klub, Ovan Tobing.

Dalam perkembangannya, Ivan yang juga berprofesi sebagai penyiar radio, menduduki posisi master of ceremony (MC) pertandingan Arema. Namun, perjalanannya bersama tim kebanggaan kota Malang itu sudah berlangsung lama.

“Awalnya memang berangkat dari pemain-pemain kami yang kembali dari seleksi tim nasional. Dari situ kami melihat bagaimana caranya agar pemain-pemain Malang ini bisa menembus tim nasional,” ucapnya ketika ditemui tim Football5star di kantor Radio Senaputra.

Saat itu, Ovan yang kebetulan kenal dengan salah satu pendiri lain, Lucky Acub Zaenal, langsung melakukan konsolidasi. Mereka lantas meminta saran dari ayah Lucky yang kebetulan merupakan tokoh nasional yakni Brigjen (Purn). Acub Zaenal.

football5star.com/SyukronDjamal

Bak gayung bersambut, Acub pun menyetujui ide berdirinya klub milik masyarakat kota Malang. Namun, ia menitipkan syarat bahwa klub yang nantinya berdiri harus mandiri dan tidak tergantung dari dana APBD.

“Waktu itu Pak Acub langsung bilang ‘Van, harus ada klub Galatama di Malang’. Akhirnya setelah itu, saya dan Lucky langsung bergegas untuk menyusun pengurus tim. Mulai dari sekretaris tim serta staf lainnya,” katanya menambahkan.

“Waktu itu pelatihnya, Pak Acub langsung mendatangkan Sinyo Aliandoe. Sinyo ketika itu sedang tenar dengan tim nasional, dan harus menangani klub baru. Berbanding terbalik dengan materi pemain yang ada saat itu,” tuturnya.

Kini, Arema pun menjelma menjadi salah satu tim paling penting di tanah air. Pemain-pemain mereka yang langganan masuk tim nasional pun sudah tidak terhitung jumlahnya. Artinya, cita-cita awal untuk melihat putra Malang berseragam tim nasional akhirnya terwujud.

Arema FCLiga IndonesiaOvan Tobing