Pahit Manis Karier Henk Wullems di Indonesia, dari Juara hingga Paspor Ditahan

Football5star.com, Indonesia – Kabar duka datang dari Tilburg, Belanda. Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Henk Wullems meninggal dunia pada Sabtu (15/8/2020) waktu setempat. Sosok Henk Wullems bukan pelatih sembarangan.

Tak hanya di Indonesia, di Belanda nama pria kelahiran Haarlemer 84 tahun lalu itu juga cukup mentereng. Karier kepelatihannya dimulai pada 1968 saat ia melatih klub amatir Blauw–Wit Amsterdam. Pada 1971, datang tawaran dari klub Willem II Tilburg.

Semusim di Willem II, Henk pindah ke NEC Breda. Di klub ini, eks pemain FC Zaanstreek tersebut meraih gelar perdananya. Henk sukses antarkan NEC meraih gelar KNVB Cup 1972–73. Bermaterikan pemain seperti Bertus Quaars hingga kiper Jan de Jong, NEC yang tak diperhitungkan sukses menjadi juara.

Ujian pertama bagi NEC datang saat melawan Ajax di babak kedua KNVB Cup. Ajax bermaterikan pemain seperti Johan Cruyff, Louis van Gaal hingga Johnny Rep. Mereka juga berstatus peraih treble winners di musim 1971-72. NEC sukses hentikan Ajax lewat babak adu penalti.

Setelah melatih AZ pada 1993, Henk memutuskan mencari pengalaman baru dengan melatih di Indonesia. Bandung Raya jadi klub pertamanya di Liga Indonesia. Dengan materi pemain seperti Peri Sandria hingga Dejan Gluscevic, Henk sukses mempersembahkan gelar Liga Indonesia II 1995-96.

Satu tahun kemudian ia dipercaya PSSI melatih timnas Indonesia menggantikan Danurwindo. Ajang SEA Games 1997 di Jakarta jadi tantangan bagi Henk. Medali emas jadi target Henk saat itu. Sayang hanya medali perak yang mampu ia persembahkan. Di final, Kurniawan Dwi Julianto dkk menyerah di babak adu penalti oleh Thailand.

Setelah kompetisi Indonesia terhenti akibat meletus gerakan Reformasi 1998, Henk baru kembali melatih pada 1999 dengan menerima pinangan dari PSM Makassar. Gelar juara kembali dipersembahkan Henk ke publik sepak bola Makassar.

PSM meraih gelar juara Ligina IV 1999-2000 setelah di partai final menaklukkan Pupuk Kaltim dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bung Karno. Dua gol Kurniawan dan satu gol Rachman Usman hanya mampu dibalas dengan gol dari Aris Budi Prasetyo dan penalti Fachry Husaini.

Salah satu pemain terbaik Henk di PSM saat itu, Bima Sakti juga dinobatkan sebagai pemain terbaik sedangkan gelar top skorer berhasil disabet striker
Persija, Bambang Pamungkas.

Paspor ditahan

Pada 17 Juni 2007, Henk yang sudah berada di Belanda sebelumnya terbang ke Bali. Saat itu ia memenuhi janji dengan klub Persegi Bali FC terkait tawaran untuk menjadi pelatih.

“Soal kepastian jadi atau tidak menjadi pelatih Persegi, tunggulah sampai nanti malam, mudah-mudahan tercapai kesepakatan yang saling menguntungkan,” ucap manajer Persegi saat itu, Made Sumer seperti dikutip Football5star.com dari Antaranews.

Kabarnya Henk saat itu bersedia untuk jadi pelatih Persegi dengan gaji sebesar Rp 50 juta per bulan plus mendapat fasilitas rumah dan mobil. Ini setengah dari gaiji yang diterimanya saat melatih PSM pada 1999. Aka tetapi pihak Persegi menyebut hanya mampu membayar Henk sebesar Rp 25 juta per bulan.

“Kami harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Kalau bersedia dibayar Rp25 juta, berarti tidak terlalu banyak nambahnya dibanding anggaran untuk pelatih dan seorang pelatih selama ini,” ujarnya.

Meski begitu pada akhirnya, Henk tetap menjadi pelatih Persegi. Henk memang melatih Persegi untuk setengah musim kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2007. Posisi Persegi saat itu berada di zona merah wilayah Timur.

Bermaterikan pemain seperti Nyoman Armawan, Fernando Adraede, Gusti Made Arnawa dan Wayan Kartadnya, Henk tak bisa berbuat banyak di Persegi. Faktor finansial yang membuat klub ini tak bisa lepas dari zona merah.

Naas bagi Henk, di penghujung kariernya di Indonesia, ia sempat merasakan kondisi tak enak. Pada Desember 2007, ia gagal pulang ke Belanda untuk menikmati libur Natal bersama keluarganya.

Dikutip dari Telegraaf, paspor Henk ditahan oleh otoritas imigrasi Bali. Hal ini disebabkan Persegi belum membayar izin kerja untuknya. Besarnya biaya surat izin kerja Henk yang belum dibayar 1000 dollar Amerika Serikat.

“Sangat keterlaluan. Istri saya ke sini pada September-Oktober dan saya sudah berjanji untuk merayakan Natal bersama di Belanda. Karena klub saya belum menyelesaikan pembayaran surat izin kerja, maka otoritas Indonesia, dalam hal ini Dinas Imigrasi, menahan paspor saya,” kecam Henk saat itu.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More