Papua Pernah Miliki Adolf Kabo Bomber Haus Gol Era 80-an

Football5star.com, Indonesia – Pada era 80-an pencinta sepak bola nasional tentu tak asing dengan aksi-aksi pesepak bola yang berasal dari Papua Barat. Di tahun tersebut, klub asal Manokwari, Perseman Manokwari menjadi wakil tim Papua yang bermain di Divisi Utama dari 1986-1989.

Klub berjuluk Mutiari Hitam dari Timur itu mampu tampil cemerlang di kompetisi Divisi Utama karena diperkuat talenta-talenta terbaik Papua. Salah satunya ialah pemain haus gol Adolof Kabo Auri. Ia dikenal dengan tendangan kura-kura yang mengelabui kiper lawan.

Memiliki postur tubuh tinggi besar, Kabo Auri jadi tumpuan lini depan Perseman Manokwari menghadapi lawan-lawannya di Divisi Utama. Agresifitasnya bersama Perseman mengantarkan Kabo untuk bermain bersama timnas Indonesia.

Kabo yang satu angkatan dengan striker Persib Bandung Ajat Sudrajat dianggap publik sepak bola nasional saat itu sebagai duet maut untuk timnas jelang Pra Piala Dunia 1986. Sayangnya jalan Kabo untuk bisa berprestasi bersama Merah Putih terhalang konflik antara pemain dari Perserikatan dan Galatama.

facebook.com/Adolf-Kabo-Auri

Pro kontra saat ke timnas

Pelatih timnas Indonesia era itu Sinyo Aliandu memilih untuk tidak memanggil nama Ajat dan Kabo. Alasannya seperti dikutip dari harian Kompas, Senin (19/8/2019), keduanya tidak cocok dengan skema permainannya.

Sontak saja hal tersebut menimbulkan polemik. Cardiyan HIS penulis buku Intinya Pemain Inti untuk PSSI mengatakan dalam blog pribadinya bahwa keputusan Aliandu sangat disesali oleh Ajat.

“Saya sangat kecewa sekali merasa dicampakkan oleh pelatih Aliandu. Karena sama sekali tak dipanggil bahkan untuk sekedar mengikuti Pelatnas. Mengapa Sulianto dan Wahyu Tanoto yang oleh kolumnis sepakbola “Kompas” Kadir Jusuf dinilai tak ada apa-apanya di Galatama, kok dipanggil?” kata Ajat di buku Intinya Pemain Inti untuk PSSI.

Bahkan pemain-pemain senior timnas seperti Ronny Pattinasarani meminta secara khusus kepada Aliandu untuk memanggil Kabo dan Ajat untuk pertandingan Pra Piala Dunia 1986. “Dan ini sangat positif bagi kemajuan timnas Indonesia yang sangat timpang di sektor penyerang”, Ronny Patti saat itu.

Pernyataan lebih keras diungkapkan oleh legenda Persija Jakarta Soetjipto “Gareng” Soentoro. Dalam buku Gareng Menggoreng Bola mengatakan bahwa Ajat dan Kubo ialah korban dari persekongkolan orang PSSI.

“Ajat, Kabo, Robby Darwis, Budi Juhanis dan Yonas Sawor adalah korban persekongkolan orang-orang PSSI Galatama yang tak mau pemain-pemain asal PSSI Perserikatan maju. Mereka dengan egois mengorbankan begitu saja kepentingan nasional”.

Wajar jika kemudian banyak pihak yang merespon negatif keputusan Aliandu tidak memanggil Kabo. Kabo merupakan predator haus gol, representatif pemain nomor 9 yang membahayangkan gawang lawan.

Nama Kabo akhirnya masuk menjadi bagian dari timnas. Ia jadi satu-satunya pemain dari era Perserikatan yang membela Indonesia di Pra Piala Dunia 1986.

papuadalamberita.com

Anak asuh Paul Cumming

Mantan pelatih Kabo, Paul Cumming memiliki kisah tersendiri terhadap pemain satu ini. Paul dikutip dari panditfootball menyebut meski memiliki kegemaran menenggak bir, Kabo tetap seorang striker mematikan yang berguna untuk Perseman Manokwari.

Cumming menyebut saat Perseman Manokwari bertemu Perseden Denpasar di Era Perserikatan, Kabo sempat ‘menghilang’ dari tempat menginap. Ia ternyata sedang asyik menenggak bir.

Saat ditanya oleh Cumming, apakah ia bisa bertanding. Kabo menjawab tegas dirinya masih bisa bertanding dan mencetak gol. Benar saja, pada laga yang berlangsung ia mencetak gol dari sepakan jarak jauh.

“Kami pun menang 1-0 hingga bisa lolos ke 4 Besar di Bandung. Kejadian ini tak pernah saya lupakan, karena baru pertama kalinya saya lihat orang setengah sadar bisa cetak gol.” tulis Cumming.

Comments
Loading...