“Para Pesepak bola Premier League Antre Main di MLS”

Liga China tak bisa dimungkiri punya kekuatan finansial untuk menarik banyak pemain Eropa ke sana. Tapi, Major League Soccer (MLS) diyakini punya daya magis tersendiri yang tak dipunya oleh Liga China.

Kita mungkin sudah mendengar banyak pesepak bola Eropa belakangan ini lebih memilih bergabung ke klub-klub China ketimbang menerima tawaran sesama klub Benua Biru. Lihat saja Alex Teixeira dan Ezequie Lavezzi.

Teixeira menolak tawaran Liverpool dan pindah ke Jiangsu Suning dengan banderol 50 juta euro. Sementara, Lavezzi memilih pindah ke klub promosi Liga China Hebei Fortune yang memberikan gaji 15 juta euro per musimnya.

Dengan kekuatan finansial yang dimiliki klub-klub China, para pesepak bola Eropa disebut bakal berbondong-bondong ke Negeri Tirai Bambu. Namun, penyerang klub MLS Los Angeles Galaxy, Robbie Keane, meyakini bahwa liga tempatnya berkarier lebih punya nilai lebih dan para pesepak bola Premier League bakal tertarik untuk merumput di sana.

Apalagi MLS kini dihuni beberapa pemain top yang memasuki “masa senja” seperti Keane, Steven Gerrard, Andrea Pirlo, Kaka, David Villa, dan dulu ada David Beckham serta Thierry Henry.

“Ada perbedaan luar biasa di antara 2011 dan sekarang,” ujar Keane seperti dilansir Soccerway.

“David Beckham lah yang benar-benar memulainya dan saya mengikutinya. Sejak itu, eksodus para pemain bintang yang datang ke sini begitu besar,” sambungnya.

“Orang-orang seperti Kaka, Lampard, Stevie, Dos Santos, David Villa, Pirlo – mereka pemain bintang, mereka nama besar di Eropa.”

“Liga ini akan semakin besar dan besar lagi, tidak diragukan lagi. Liga ini akan semakin kuat ke depannya.”

“Pemain yang pernah main bareng saya, dari Inggris dan Spanyol sangat-sangat ingin datang ke sini karena mereka bisa melihat perkembangan pesat liga ini dan juga karena gaya hidup di sini,” tutupnya.

Comments
Loading...