Paris Saint-Germain Dituding Terlalu Marjinalkan Rabiot

Football5star.com, Indonesia – Konflik antara Adrien Rabiot dan klubnya, Paris Saint-Germain, memasuki babak baru. Setelah yang bersangkutan dijatuhi sejumlah denda, kini sang ibu ikut turun tangan. Menurutnya, pihak klub telah berlaku tidak adil terhadap para pemainnya.

Veronique, mengklaim manajemen Paris Saint-Germain terlalu pilih kasih kepada Neymar. Jika dibandingkan dengan anaknya, pemain asal Brasil tersebut diberi keleluasaan luar biasa luas. Bahkan, ketika cedera pun mantan pemain Barcelona tersebut masih bisa bebas melakukan apa saja.

Rabiot baru-baru ini dijatuhi denda karena kedapatan berpesta hingga pagi. Padahal, pada malam yang sama PSG baru saja tersingkir dari Liga Champions oleh Manchester United. Selain itu, pemain 23 tahun tersebut kedapatan menyukai postingan Patrice Evra tentang kekalahan Paris Saint-Germain malam itu.

“Adrien diperlakukan bak tahanan. Sebentar lagi mereka akan memberinya roti kering, air, dan kurungan. Dunia ini memang sangat kejam. Kedamaiannya sebagai manusia sedang diserang. Aku tidak ingin pernyataanku ini semakin mempersulit posisinya,” ucap Veronique dikutip dari Get Football French.

“Padahal di sisi lain, ada pemain yang padahal sedang cedera namun bebas keliling dunia. Bahkan untuk datang ke Karnaval di Rio de Janeiro. Sementara anakku yang hanya datang terlambat latihan selama enam menit, dipandang sebagai penjahat,” katanya melanjutkan.

Wanita yang pernah menjabat sebagai agen Rabiot tersebut juga mengaku mencoba menjaring dukungan dari sejumlah pihak. Namun, mayoritas diam dan tidak ada yang mengambil tindakan membela.

“Satu-satunya yang aku harapkan di sini adalah UNFP (APPI versi Prancis). Namun, ternyata tidak ada yang melakukan apa pun. Padahal, Adrien kehilangan sebagian penghasilan, bonus, dan lainnya,” tuturnya.

Comments
Loading...