Park Ji Sung: Si Tiga Paru-paru yang Gebrak Eropa

Football5star.com, Indonesia – Jika ditanya siapa pemain Asia paling sukses di Eropa, jawabannya tentu saja pemain asal Korea Selatan, Park Ji Sung. Nama pemain kelahiran 25 Februari 1981 ini mulai mendapat sorotan saat membela PSV Eindhoven.

Park lahir di Goheung, Jeonnam dan memulai karier sepak bolanya di akademi Myongji University pada 1999. Ia pindah ke tim liga Jepang, Kyoto Purple Sanaga pada 2000.

Tim yang berdiri pada 97 silam tersebut begitu tertarik dengan gaya permainan Park Ji Sung di sisi sayap. Adalah Bunji Kimura yang begitu terpesona dengan permainan Park.

getty images

Pada musim semi 2000, Bunji mengatakan bahwa ia sangat tertarik dengan Park berada di tengah lapangan. Saat itu, tim Bunji tengah melakoni laga persahabatan dengan Kyoto Purple.

“Seseorang dalam pertandingan memang menangkap mata kami. Kinerjanya sangat luar biasa,” kata Bunji seperti dikutip vdaum, Rabu (27/11/2019).

Berasal dari keluarga tak berada

Park Ji Sung memang melihat sepak bola sebagai tujuan utama hidupnya. Hal ini wajar, pasalnya ia berasal dari keluarga tak berada. Sang ayah pernah mengatakan bahwa anaknya tersebut memang melihat sepak bola sebagai jalan mengubah hidup.

“Bicara finansial, saya berasal dari keluarga yang tidak mampu. Kondisi ini yang membuat terus bermain sepak bola,” kata sang ayah, Park Sung Jong.

Saat berada di sekolah dasar, tepatnya kelas 4 SD ia giat berlatih bermain bola. Permainannya sewaktu kecil dikenal dengan gaya main tanpa mengenal lelah dan memiliki drible mumpuni.

getty images

Sayangnya Park sempat terkendala masalah kesehatan. Orang tuanya bahkan harus mencari solusi mencari obat tradisional untuk bisa menyembuhkan masalah kesehatan.

Sang ayah menurut Park Ji Sung memberikannya kodok sebagai obat tradisional untuk bisa menyembuhkan masalah kesehatan tersebut.

“Ayahku lah yang menangkap kodok-kodok itu. Waktu itu aku lemah dan kerempeng. aku mendengar bahwa jus itu bisa membuat tubuhku tinggi, kuat, dan lebih berisi.”

“Rasanya sangat tidak enak tapi, mau tidak mau aku harus meminumnya karena aku ingin menjadi pemain sepakbola yang hebat dan kuat,” tutur Park.

Berkarier ke Belanda hingga tembus Old Trafford

Awal karir Park di Belanda tidak berjalan mulus, ia harus banyak absen karena cedera. Park juga kesulitan beradaptasi dengan sepak bola Belanda. Tapi kerja kerasnya berbuah manis, ia mulai bermain penuh di musim 2003-04.

Musim 2004-05 dapat dikatakan sebagai salah satu musim terbaik Park di Liga Belanda. Kepindahan Arjen Robben ke Chelsea membuat ia memastikan tempat di skuat utama PSV.

getty images

Bermain bersama Mark van Bommel dan Philip Cocu, Park menjadi tulang punggung lini tengah PSV yang berhasil melaju hingga babak semi final Liga Champions. PSV sukses menjuarai Eredivise dan KNVB Cup pada musim itu.

Secara individu, prestasi Park juga dapat dikatakan mentereng. Ia masuk ke dalam nominasi penyerang terbaik UEFA 2005 bersama nama-nama tenar seperti Andriy Shevchenko, Adriano, Samuel Etoo, dan Ronaldinho.

Ia juga masuk ke dalam nominasi Ballon d’Or 2005. Kecintaaan publik PSV kepada Park membuat ia mendapat lagu yang berjudul ‘Song For Park’ yang dimasukan ke dalam album resmi PSV.

Penampilan apik Park membuat Sir Alex Ferguson tertarik untuk mendaratkan Park ke Old Trafford. Transfer Park akhirnya rampung dengan mahar empat juga paun. Bersama United, kontribusi Park tak usah dipertanyakan lagi.

Selama bermain di Old Trafford, Park tercatat memainkan 205 penampilan dan mencetak 27 gol. Ia juga sukses mempersembahkan empat gelar Liga Primer, satu Liga Champions, empat Piala FA, tiga, Piala Liga, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Sebelum pensiun pada Mei 2014, Park sempat membela QPR dan kembali ke PSV sebagai pemain pinjaman.

Comments
Loading...