Pascal Heije, Eks Anak Asuh Johan Neeskens dan Rekan Spasojevic di Bali

Football5star.com, Indonesia – Saat Liga Primer Indonesia (LPI) bergulir pada 8 Januari 2001, sejumlah pemain asing mencoba peruntungan di Indonesia. Salah satunya ialah eks anak asuh legenda Belanda, Johan Neeskens, Pascal Heije.

Heije tercatat bergabung ke klub Pulau Dewata, Bali Devata. Ia direkrut Bali Devata dari klub Liga Siprus, APEP FC. Di Bali Devata, Heije bukan pemain sembarangan. Ia sempat didaulat menjadi kapten tim.

Saat itu, Heije menjadi kapten untuk pemain-pemain Bali Devata seperti kiper Ngurah Komang Arya dan striker Ilia Spasojevic. Bermain di lini tengah, Heije jadi salah satu pemain andalan untuk tim yang kala itu dilatih oleh Willy Scheeper.

Tidak seperti Spaso, setelah LPI bubar, Heije kembali ke Belanda. Nama Heije sendiri bagi publik sepak bola Belanda cukup mentereng, Ia tercatat menjadi anak asuh legenda Belanda, Johan Neeskens saat melatih di NEC Nijmegen.

Karier Pascal Heije

Pemain kelahiran Amsterdam 2 Oktober 1979 ini memulai karier sepak bolanya di akademi Ajax. Pada 1999, ia promosi ke tim utama. Sayangnya ia hanya bermain 2 kali di tim senior Ajax. Meski begitu, Heije mengaku cukup bangga pernah membela Ajax.

“Saya menjalani debut saya saat dilatih Hans Westerhof. Dia adalah pelatih yang cukup mengenal saya. Namun ia hanya pelatih sementara dan ia digantikan oleh pelatih yang tidak menyukai saya,” ucap Heije seperti dikutip Football5star.com dari ajax1.nl, Minggu (16/8/2020).

Pascal Heije, Eks Anak Asuh Johan Neeskens dan Rekan Spasojevic di Bali
ajax1.nl

Ia pun harus rela dijual ke NEC. Keputusan ini memang mengecewakan bagi Heije namun justru di klub ini ia merasakan puncak kariernya. Dilatih oleh legenda Belanda, Neeskens, Heise mengaku merasakan hidup kembali.

“Saya dan Johan Neeskens sangat cocok. Saya mengenalnya dari tim junior Belanda dan dia sangat percaya kepada saya. Lebih dari yang pernah saya miliki pelatih mana pun,” ungkapnya.

Lagi-lagi masa indahnya di NEC tak berlangsung lama. Setelah Neeskens dipecat secara tak terduga oleh manajemen klub pada 2004, karier Heije pun terancam. Soal pengalamannya di Bali Devata, Heije menyebut itu adalah momen indah di akhir kariernya sebagai pemain sepak bola.

“Saya tinggal di Bali bersama keluarga saya. Itu waktu yang luar biasa dan kami semua menikmatinya.” ucap pria yang saat ini jadi pemandu bakat di klub Almere City.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More