Pastikan Juara Liga Italia 2019-20, Ini 4 Nilai Merah Juventus

Football5Star.com, Indonesia – Juventus akhirnya memastikan diri tampil sebagai juara Liga Italia 2019-20. Menjamu Sampdoria di Stadion Allianz, Senin (27/7/2020) dini hari WIB, Cristiano Ronaldo cs. menang 2-0. Itu membuat mereka tak akan dapat digeser lagi dari puncak classifica Serie A.

Kesuksesan kali ini kian menegaskan dominasi Juventus di Serie A. Ini merupakan gelar ke-9 secara beruntun bagi I Bianconeri. Sejak musim 2011-12, mereka selalu jadi yang terbaik. Padahal, dalam rentang 9 musim itu, I Bianconeri sempat dua kali berganti pelatih.

Meskipun merebut Scudetto, Juventus musim ini tetap mendapatkan rapor merah. Beberapa statistik, terutama menyangkut pertahanan, menunjukkan I Bianconeri lebih buruk dari delapan musim sebelumnya. Ini jadi noda bagi Maurizio Sarri sebagai nakhoda baru yang datang pada awal musim menggantikan Massimiliano Allegri.

Juventus pada musim ini setidaknya mendapatkan nilai merah dalam empat hal. Berikut ini, Football5Star.com membeberkan keempat hal tersebut.

1. Terlalu Mudah Kebobolan

Musim ini, hingga giornata ke-36, gawang Juventus telah kebobolan 38 gol. Ini adalah jumlah terbanyak dalam rentetan 9 kali beruntun juara Liga Italia sejak 2011-12. Mengingat masih ada dua laga tersisa, yakni melawan Cagliari dan AS Roma, mungkin saja jumlah kebobolan I Bianconeri akan bertambah.

Jumlah gol yang bersarang di gawang Juventus saat ini sudah jauh melewati musim lalu yang kebobolan 30 kali. Itu adalah musim terburuk bagi Juventus dalam jumlah kebobolan. Adapun musim terbaik mereka dalam 9 musim terakhir adalah 2011-12 dan 2015-16. Dalam dua musim itu, mereka hanya kebobolan 20 kali.

Andai kebobolan dua gol lagi dalam dua laga sisa, Juventus akan menorehkan catatan hitam. Untuk kali pertama dalam 9 tahun terakhir, mereka kebobolan 40 gol dalam semusim. Kali terakhir I Bianconeri kebobolan 40 gol adalah pada 2010-11. Kala itu, ada 47 gol yang bersarang di gawang Gianluigi Buffon.

2. Jarang Clean Sheet

Selama bertahun-tahun, Juventus dikenal memiliki pertahanan hebat dan sangat sulit dibongkar lawan. Gawang I Bianconeri sering clean sheet. Ini pula yang menjadi salah satu modal dasar dominasi mereka pada kancah Liga Italia sejak 2011-12.

Akan tetapi, citra itu mulai meluntur pada musim ini. Tak kebobolan saat menjamu Sampdoria pada giornata ke-36 adalah clean sheet ke-12 bagi I Bianconeri. Namun, jikapun mampu clean sheet pada dua laga sisa, koleksi clean sheet musim ini tetaplah yang terburuk.

Dalam 8 musim sebelumnya, Juventus setidaknya mampu membukukan 16 clean sheet dalam semusim. Catatan terendah itu dialami pada musim lalu. Adapun catatan terbaik adalah 22 clean sheet pada 2013-14, 2015-16, dan 2017-18.

3. Sering Dihukum Penalti

Dari 38 gol yang telah bersarang di gawang Juventus musim ini, sebanyak 8 di antaranya tercipta dari titik penalti. Total, hingga giornata ke-36, I Bianconeri telah 11 kali diganjar hukuman penalti. sebanyak 7 penalti diberikan wasit kepada lawan karena handball yang dilakukan Matthijs de Ligt cs.

Jumlah hukuman penalti yang diterima Juventus musim ini sangat jauh melampaui musim-musim sebelumnya. Sebelum ini, sejak 2011-12, I Bianconeri paling banyak hanya diganjar 5 hukuman penalti. Itu terjadi pada 2012-13 dan 2014-15. Adapun pada 2017-18 dan 2018-19, hanya empat penalti yang didapatkan lawan.

Jumlah 11 hukuman penalti dalam 36 giornata membuat Juventus sejajar dengan Fiorentina dan Parma. Ketiga klub tersebut hanya lebih baik dari Lecce yang sudah 13 kali dihukum penalti oleh wasit.

4. Sering Kehilangan Poin Meski Unggul Lebih Dulu

Nilai merah lain didapatkan Juventus dalam memelihara keunggulan setelah membuka skor. Hingga giornata ke-36 musim ini, I Bianconeri telah kehilangan 18 poin dari posisi unggul 1-0. Mereka bahkan sempat kehilangan 5 poin dari keunggulan 2 gol, yakni saat kalah 2-4 dari AC Milan dan imbang 3-3 dengan Sassuolo.

Jumlah kehilangan poin itu sudah menjadi yang tertinggi dibanding delapan musim sebelumnya. Catatan terburuk sebelum musim ini dialami pada 2012-13. Ketika itu, tim asuhan Antonio Conte kehilangan 15 poin dari posisi unggul 1-0. Rinciannya, tiga kali seri dan tiga kali kalah.

Nilai merah pada rapor musim 2019-20 ini tentunya akan jadi sorotan, terutama bagi allenatore Maurizio Sarri. Maklum saja, pertahanan Juventus terlihat rapuh dan ceroboh sejak kedatangannya menggantikan Massimiliano Allegri.

JuventusLiga ItaliaMaurizio Sarriserie a