Pecahkan Rekor, Gianluca Frabotta Berterima Kasih kepada Andrea Pirlo

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah rekor pecah saat Juventus menang 4-0 atas SPAL pada perempat final Coppa Italia, Kamis (28/1/2021) dini hari WIB. Pada laga itu, Gianluca Frabotta tampil sebagai pemain Italia termuda yang mencetak gol bagi I Bianconeri. Dia memecahkan rekor Moise Kean.

Pada laga Juventus vs SPAL, Frabotta dipercaya tampil sebagai starter oleh pelatih Andrea Pirlo. Saat laga memasuki menit ke-33, dia menjebol gawang lawan setelah menerima umpan Dejan Kulusevski. Hari itu, dia berumur 21 tahun 217 hari. Dia lebih muda dari Kean saat mencetak gol pada April 2019.

Kesuksesan mencetak gol dan memecahkan rekor Kean itu tentu saja membuat Frabotta senang. Namun, dia tak lupa diri. Dia sadar betul bahkan itu semua terjadi berkat Pirlo.

“Perasaanku sungguh luar biasa. Aku telah menantikan ini sekian lama. Bagiku, ini adalah kesempatan untuk tumbuh. Aku harus berterima kasih kepada pelatih yang telah memberikan kepercayaan kepadaku,” ujar Gianluca Frabotta kepada Rai Sport seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Frabotta memang harus berterima kasih kepada Pirlo. Andai eks gelandang timnas Italia itu tak didapuk sebagai pelatih Juventus pada awal musim, namanya mungkin tak ada di skuat utama. Bersama Pirlo, dia bahkan menghiasi susunan sebelas pemain pertama pada laga debut sang allenatore.

Frabotta Berebut dengan Fagioli

Gianluca Frabotta sangat mensyukuri hal itu. Kini, dia bahkan telah 14 kali tampil dengan 8 di antaranya sebagai starter. Itu sesuatu yang tak pernah terpikirkan atau terbayangkan sebelumnya.

“Awalnya, kami semua berpikir dia akan menangani tim U-23. Saat itu, aku tak berpikirakan tampil dalam banyak pertandingan. Namun, sedikit demi sedikit, dia memberiku kepercayaan dan aku sangat senang atas hal itu,” kata Frabotta.

Terkait golnya yang memecahkan rekor Moise Kean, Frabotta mengungkapkan sebuah cerita. Menurut dia, saat umpan Kulusevski datang, dia sebetulnya terancam oleh Nicolo Fagioli yang juga bisa menerima bola dan melepaskan tendangan ke gawang.

“Aku berharap bola akan tiba di kakiku dan aku senang Fagioli membiarkannya untukku. Dia sebenarnya bisa menyambar bola itu. Aku berteriak kepada dia. Syukurlah dia tak menjangkaunya dan aku yang menendang,” ucap Frabotta mengisahkan proses golnya.

Lalu, untuk siapa gol istimewa itu? Ternhyata bukan untuk Andrea Pirlo. Gianluca Frabotta mengungkapkan, “Aku mendedikasikan gol itu untuk pacar dan keluargaku.”

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More