Pejabat Sepak Bola Azerbaijan Geram oleh Omongan Klopp

Football5Star.com, Indonesia – Komentar miring Juergen Klopp soal pemilihan Baku, Azerbaijan, sebagai tempat final Liga Europa menuai respons keras. Sekjen Asosiasi Sepak Bola Azerbaijan, Elkhan Mammadov, mengaku tak senang oleh omongan manajer Liverpool tersebut.

Beberapa waktu lalu, Juergen Klopp memberikan komentar soal Baku sebagai tempat final Liga Europa antara dua klub London, Chelsea dan Arsenal. Dia menyebut putusan itu sungguh menggelikan dan konyol.

Kala itu, eks pelatih Borussia Dortmund itu berujar, “Pergi ke Baku untuk final Liga Europa saya kira sangat lucu. Orang-orang yang membuat putusan itu, saya tak tahu mereka sarapan apa.”

Arsenal dan Chelsea disebut Juergen Klopp tak beruntung karena akan bertarung di Baku pada final Liga Europa.
standard.co.uk

Komentar tersebut membuat Elkhan Mammadov meradang. Dia merasa terkejut dan kehilangan rasa hormat kepada pelatih yang akan memimpin Liverpool pada final Liga Champions melawan Tottenham Hotspur itu.

“Saya benar-benar terkejut dan tak senang oleh perkataan Juergen Klopp. Dia selama ini selalu memberikan kesan sebagai orang yang sangat positif. Dia juga seorang spesialis hebat yang telah meraih hasil luar biasa di sepak bola. Namun, saya benar-benar tak setuju dengan opininya bahwa sepak bola harus dibatasi secara geografis,” kata Mammadov kepada Trend seperti dikutip Football5Star.com dari Goal.

Promosi Sepak Bola di Eropa Timur

Pria berumur 39 tahun itu heran Juergen Klopp tak memahami pemilihan negerinya sebagai tempat final salah satu final kejuaraan antarklub Eropa. Dia pun yakin putusan yang dibuat UEFA tersebut tidaklah keliru.

“Kita harus menghormati dan mempromosikan nilai-nilai sepak bola. Salah satu dari nilai-nilai utama kami adalah perluasan batas sepak bola dan globalisasinya,” kata Sekjen AFFA itu.

Elkhan Mammadov kesal oleh komentar miring Juergen Klopp soal pemilihan Baku sebagai tempat final Liga Europa.
report.az

Dia pun menambahkan, “Saya yakin gelaran pertandingan-pertandingan kejuaraan Eropa dan final antarklub Eropa di Eropa Timur membuka peluang-peluang baru untuk pengembangan sepak bola di negeri-neri itu. Hal itu akan membuat sepak bola lebih populer di kalangan generasi lebih muda.”

Hal yang membuat heran Mammadov, pemilihan Baku sebetulnya sama seperti saat UEFA menunjuk Istanbul dan Kyiv sebagai tempat final Liga Champion. Merujuk pada penyelenggaraan di kedua kota itu, dia yakin gelaran final Liga Europa di Baku juga akan sukses.

Mengenai akomodasi mahal dan sulit yang juga disindir Juergen Klopp, Mammadov punya penjelasan singkat. “Saya setuju bahwa mencapai Baku dari London dengan bus akan sulit. Namun, sejak kapan jarak menjadi penghalang bagi fan sejati?”

Comments
Loading...