Pelajaran Hidup Nguyen Trong Hoang dari Dua Final SEA Games

Football5Star.com, Indonesia – Kesuksesan merebut medali emas cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2019 jadi sejarah bagi Vietnam. Itu mengakhiri penantian 60 tahun setelah kali pertama dan terakhir mereka juara pada 1959. Khusus bagi gelandang Nguyen Trong Hoang, kesuksesan kali ini terasa sangat manis.

Nguyen Trong Hoang merasakan kegembiraan lebih dibanding rekan-rekan setim dan para pencinta sepak bola Vietnam. Pasalnya, dialah saksi hidup kenangan pahit saat mereka kalah di final SEA Games 2009. Sepuluh tahun menanti, gelandang berumur 30 tahun itu akhirnya dapat mencecap manisnya kemenangan final.

Dua pengalaman itulah yang diungkapkan pemain klub Viettel itu selepas pertandingan final yang menautkan timnas U-23 Vietnam dengan timnas U-23 Indonesia. Dia sangat bersyukur dan berterima kasih atas keberhasilan yang kini diraihnya.

zing.vn

“Banyak hal dialami dalam perjalanan hidup sepuluh tahun. Hal yang jadi pelajaran paling utama adalah tentang meminta maaf dan berterima kasih. Sepuluh tahun lalu, Hoang harus meminta maaf dengan penuh penyesalan. Namun, hari ini aku dengan senang hati berterima kasih kepada semuanya. Terima kasih banyak,” ucap Trong Hoang seperti dikutip Football5Star.com dari akun Instagram-nya.

Di timnas U-23 Vietnam yang berlaga di SEA Games 2019, Nguyen Trong Hoang adalah satu dari dua pemain di atas 22 tahun yang dipanggil pelatih Park Hang-seo. Satu pemain lainnya adalah Do Hung Dung yang berstatus kapten kedua.

Nguyen Trong Hoang patut bersyukur. Kemenangan atas timnas U-23 Indonesia membuat dirinya terhindar dari deja vu. Jika ditilik-tilik, banyak kesamaan antara perjalanan tim asuhan Park Hang-seo pada SEA Games 2019 dengan saat Vietnam gagal pada 2009. Hal ini pun sempat memunculkan kegusaran pada sebagian pendukung The Golden Dragons.

Nguyen Trong Hoangsea games 2019Timnas U-23 IndonesiaTimnas U-23 Vietnam