Pelaku Skandal Korupsi FIFA Hirup Udara Bebas

Football5star.com, Indonesia – Salah satu pelaku skandal korupsi FIFA mendapat hukuman bebas. Hakim Federal Amerika Serikat, Pamela Chen membebaskan Jose Maria Marin , eks presiden federasi sepak bola Brasil.

Dikutip Football5star.com dari reuters, Selasa (31/3/2020) Pamela membebaskan Marin dengan alasan kemanusiaan. Menurut Pamela, usia Marin saat ini sudah lanjut dan ia memiliki resiko tertular penyakit.

Pelaku Skandal Korupsi FIFA Hirup Udara Bebas
getty images

“Pembebasan dengan belas kasih. Usia lanjut serta kesehatan yang memburuk kesehatan yang memburuk, yang memperbesar risiko-risiko penyakit di tengah pandemi COVID-19, status sebagai pelanggar yang tidak melakukan kekerasan, dan telah menjalani 80 persen masa tahanan,”tulis pernyataan resmi hakim Pamela untuk pembebasan Marin.

Menurut Biro Tahanan Federal AS, Marin dijadwalkan bebas pada awal 2020. Ia kini berusia 87 tahun. Sebelumnya, Marin dijatuhi hukuman penjara empat tahun karena menerima suap jutaan dolar sebagai bagian skandal korupsi FIFA

Marin merupakan pejabat sepak bola pertama yang dinyatakan bersalah dan dipenjara di AS sebagai bagian mega skandal FIFA, terkait uang jasa dan suap yang menodai reputasi global badan sepak bola tersebut.

Ia ditahan di FCI Allenwood, rumah tahanan dengan fasilitas keamanan minimal di negara bagian Pennsylvania. Pada Agustus 2018, juri di pengadilan New York memutuskan Marin bersalah karena menerima suap sebesar 6,6 juta dolar.

Skandal FIFA

Empat belas orang, termasuk sembilan orang yang terkait dengan badan sepak bola dunia, FIFA, didakwa pada bulan Mei 2015 sehubungan dengan kasus penipuan transfer, pemerasan, dan pencucian uang yang sedang diselidiki Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat.

Tujuh pejabat FIFA ditangkap di Hotel Baur au Lac, Zürich, pada tanggal 27 Mei 2015. Mereka saat itu sedang bersiap-siap menghadiri Kongres FIFA ke-65 yang mencakup kegiatan pemilihan Presiden FIFA.Mereka akan diekstradisi ke Amerika Serikat atas tuduhan menerima suap senilai 150 juta dollar. Markas CONCACAF di Miami ikut digeledah.