Pelatih Fisik Klub Vietnam Pernah Dibuat Jengkel oleh Lukas Podolski

Football5Star.com, Indonesia – Nils Haacke, Pelatih fisik Nam Dinh, klub Liga Vietnam, punya kisah menarik pada awal-awal kariernya. Kisah itu berkaitan dengan eks bintang timnas Jerman yang kini membela Antalyaspor, Lukas Podolski.

Menurut Haacke, Podolski adalah sosok yang luar biasa. Saking luar biasanya, eks striker Arsenal itu pernah membuat dia jengkel luar biasa. Hal itu dialami saat dia menangani sang pemain semasa di 1.FC Koeln.

“Ketika memulai karier sebagai pelatih fisik, saya beruntung mendapat kontrak dengan FC Koeln yang pernah melahirkan banyak nama besar di sepak bola Jerman. Saya bekerja di sana selama lima tahun. Anda tahu Lukas Podolski, pemain Jerman berdarah Polandia?” kata Nils Haacke memulai kisahnya seperti dikutip Football5Star.com dari Zing News.

Nils Haacke sejak Maret 2020 menjadi pelatih fisik Nam Dinh.
zing.vn

Haacke menambahkan, “Pada 2004, saat kali pertama bertemu saya, dia sangat muda dengan tubuh mungil dan sangat rapuh. Saat itu, beberapa orang menilai dia akan jadi bintang. Pada tahun pertama, saya menyadari potensinya dan membuat rencana untuk perkembangan fisiknya.”

Haacke lantas menceritakan sebuah kisah yang membuat dirinya terkagum-kagum kepada Lukas Podolski. Itu terkait kemauan keras sang bintang dalam berlatih.

“Suatu ketika, Lukas cedera pergelangan kaki dan saya diminta menanganinya secara khusus selama tiga pekan. Saat itulah saya benar-benar terkesan oleh kemauan kuat dari dalam diri Lukas Podolski. Tak seperti pemain-pemain lain, dia selalu menerima program latihan dengan sukacita,” urai Haacke lagi.

Podolski Gedor Pintu Rumah Haacke

Pria berumur 53 tahun yang mulai berkiprah di Nam Dinh pada Maret lalu itu lantas mengisahkan kegilaan Podolski yang sampai membuat dirinya jengkel.

“Setiap hari, dari pukul 8 pagi hingga 8 malam, selama 12 jam, Lukas menunjukkan profesionalismenya dan itu menjengkelkan saya,” ujar Haacke lagi soal komitmen kuat Podolski.

Haacke lantas mengungkapkan, “Setiap pagi, dia mengetuk pintu rumah dan mengajak saya berlatih. Suatu hari, saya tertidur dan tak mau bangun. Dia menggedor-gedor pintu sambil berteriak, ‘Hey, pelatih, ayo kerja, ayo kerja.’ Saya harus menendang dia setiap saat.”

Bagi Nils Haacke yang juga pernah bekerja untuk Ratchaburi FC, klub Liga Thailand, pengalaman dengan Lukas Podolski itu sungguh sangat berkesan. Dia bahkan mengaku sulit menemukan sosok seperti itu lagi.

“Itu adalah masa yang tak terlupakan dalam karier saya. Soalnya, setelah Lukas, saya jangan sekali menemukan pelatin seperti itu. Belakangan, ketika dia bermain untuk timnas Jerman, Lukas Podolski selalu menelepon saya setiap kali akan bertanding,” ucap Haacke mengakhiri kisahnya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More