Pelatih Jepang Jawab Tudingan Remehkan Copa America

Football5star.com, Indonesia – Kehadiran Jepang sebagai undangan di ajang Copa America 2019 menuai kontroversi. Hal ini tak lepas dari keputusan pelatih Hajime Moriyasu yang membawa skuat U-23 nya ke turnamen paling bergengsi di Amerika Latin tersebut.

Kebijakan Hajime Moriyasu yang membawa skuat U-22 ini pun mendapat kecaman dari pelatih Venezuela, Rafael Dudamel, dan pelatih Paraguay, Eduardo Berizzo. Mereka menganggap bahwa negara Asia Timur itu telah meremehkan Copa America karena menurunkan tim mudanya.

Mendapat tudingan seperti itu, Moriyasu membantah dengan keras. Ia berdalih bahwa tidak ada larangan untuk tim peserta membawa skuat yang dipercaya. Selain itu dia juga kesulitan memanggil para pemain senior karena beberapa dari mereka tidak mendapat izin dari klub pemilik.

jepang vs uruguay (@CopaAmerica)
@CopaAmerica

“Fakta bahwa kami mempunyai pemain yang lebih muda. Kami berbicara tendang panggilan bahwa kami tidak diberi kebebasan yang cukup untuk memanggil pemain penting kami. Contoh saja Yuto Nagatomo dan Shinji Kagawa yang tidak mendapat izin dari klubnya masing-masing,” kata Miroyasu kepada Globo Esporte, Senin (24/6/2019).

“Kami mendatangi beberapa pemain lainnya, terutama yang ada di Eropa. Kami berdiskusi dengan klub, tapi kami tidak mencapai kata sepakat. Mungkin skuat yang ada sekarang bukan yang terkuat, tapi kami punya pemain terbaik di Copa America, setidaknya itu menurut saya,” ia menambahkan.

Rataan usia pemain dari tim berjuluk Samurai Biru di Copa America kali ini adalah 22 tahun. Yang paling muda tentu saja pemain berjuluk Lionel Messi-nya Jepang, Takefusa Kubo, yang baru berumur 18 tahun.

Sedangkan untuk kategori pemain tertua dimiliki oleh kiper kawakan mereka, Eiji Kawashima. Dengan kata lain, timnas Jepang memanggil 11 pemain dari tim U-22 mereka.

Comments
Loading...