Pemain Berdarah Maluku di Premier League Raih Peghargaan Player of The Month

Football5star.com Indonesia – Kiprah Jairo Riedewald di pentas Premier League mulai menanjak. Setelah mencetak gol debutnya dua pekan lalu, pemain berdarah Maluku ini pun menyabet penghargaan player of the month Oktober di Crystal Palace.

Karier Jairo Riedewald musim ini memang tak langsung melesat. Dia tak masuk skuat Crystal Palace pada dua pertandingan awal Premier League, dan cuma main dua menit terakhir ketika menghadapi Everton pada pekan ketiga (26/9/2020).

Footballfancast

Setelahnya, menit bermain Jairo Riedewald mulai bertambah. Manajer Crystal Palace, Roy Hodgson memercayainya mengawal lini tengah selama 18 menit terakhir laga melawan Chelsea (3/10/2020).

Pertandingan melawan Brighton & Hove Albion pada pekan kelima Premier League (18/10/2020), menjadi titik balik. Dipasang sebagai gelandang box to box, pemain blasteran Belanda-Indonesia-Suriname itu tampil penuh selama 90 menit.

Puncaknya ketika Crystal Palace bertandang ke markas Fulham (24/10/2020). Jairo Riedewald mencetak gol debutnya di pentas Premier League sekaligus membuka kemenangan The Eagles 2-1.

Sampai pertandingan melawan Leeds United (7/11/2020), pemuda berumur 24 tahun itu tampil 6 kali dari 8 pertandingan Palace di Premier League. Performanya pun menuai pujian dari banyak pihak, terasuk manajer Roy Hodgson. “Kami tak pernah tidak terkesan dengan Jairo Riedewald dalam dua tahun terakhir,” puji mantan pelatih timnas Inggris itu.

Transformasi yang Membuahkan Prestasi
cpfc.co.uk

Tak heran, Crystal Palace lantas menobatkan Jairo Riedewald sebagai player of the month alias pemain terbaik periode Oktober 2020. Meski hanya sebatas penghargaan dari klub, ini kali pertama Riedewald dinobatkan sebagai player of the month sejak tiga tahun silam tiba di London.

“Ketika tiba di sini, aku cuma seorang anak kecil yang datang dari akademi Ajax,” ucap pria yang memiliki darah Indonesia dari nenek asal Maluku itu, dikutip Football5star.com dari laman resmi Crystal Palace.

Ketika masih di Ajax, Jairo Riedewald lebih sering dimainkan di sektor belakang. Namun bersama Roy Hodgson di Crystal Palace, dia bertransformasi. Posisi bermainnya lebih maju dan dipercaya mengawal lini tengah.

“Aku bisa bermain di banyak posisi: bek kiri, dahulu pernah di bek tengah, dan sekarang sebagai gelandang. Aku bicara kepada manajer soal itu. Aku sudah memikirkan tentang diriku. Intensitas permainan di Premier League sangat tinggi dan aku mencari posisi terbaikku untuk berkembang,” urai Riedewald.

Meski mengalir darah Maluku di tubuhnya, Jairo Riedewald sudah tak mungkin lagi membela timnas Indonesia. Pasalnya, dia pernah membela timnas Belanda di level senior.

Panggilan De Oranje didapatkan pada 2015. Riedewald menjalani debut saat Belanda bertanding melawan Turki, 6 September. Total dia sudah mencatat 3 caps untuk timnas Belanda, seluruhnya dala ajang kualifikasi Piala Eropa.

Crystal PalaceJairo RiedewaldPremier LeagueRoy Hodgson