Pemain Borneo FC Curhat ke Media Brasil Soal Kondisi Memprihatinkan di Indonesia

Football5Star.com – Pemain Borneo FC, Diogo Campos, baru-baru ini mencurahkan isi hatinya kepada media Brasil kondisi memprihatinkan di Indonesia terkait penyebaran virus corona. Dia curhat karena sedang diisolasi dan tak bisa pulang ke Brasil.

Seperti diketahui, saat ini Liga 1 2020 tengah ditunda paling tidak sampai Juni mendatang. Kalau pemerintah memperpanjang masa darurat, maka Liga 1 dan Liga 2 akan diberhentikan secara total.

Kondisi itu membuat pemain-pemain diliburkan tanpa baas waktu. Tapi, nasib pemain-pemain asing seperti Diogo Campos tentu menggantung di Indonesia. Mereka tak bisa pulang karena status darurat dari pemerintah Indonesia.

“Saya sendirian di sini, keluarga saya ada di Brasil. Saya rindu. Tapi saya berbicara dengan mereka setiap hari melalui video, meski memang sulit karena perbedaan waktu 11 jam, ini sangat sulit bagi saya,” ungkap Digo Campos dikutip dari Sagres Online.

Curhat ke Media Brasil, Diogo Campos: Saya Sendirian, Rindu Keluarga!
Disway Kaltim

“Masa-masa ini sangat sulit, terutama bagi saya. Saya rindu mereka. Saya ingin benar-benar bersama mereka.,” sambung dia.

Meski begitu, Campos mengaku mendapat perlakuan baik dari Borneo FC. Selama di sini, Presiden klub, Nabil Husein, benar-benar memberikan dukungan kepada pemain agar semuanya dibuat nyaman.

Dapat Perlakuan Bagus

“Dia orang yang sangat peduli dengan kesejahteraan kepada semua orang. Dia selalu mengirim pesan melalui grup WhatsApp menayakan keadaan semua pemain. Semuanya di sini mendukung dan bersyukur tak ada yang terinfeksi saat ini,” bilang Campos.

Pemerintah Indonesia, lanjut dia juga harus turun tangan dalam kehidupan sehari-hari warga negara. Menurut Diogo Campos, selain acara olahraga besar, konser dan masuknya orang asing dilarang di negara ini.

“Mereka membatalkan acara besar, seperti konser, pertandingan sepak bola, bola basket dan futsal. Mereka juga muncul di TV setiap saat bahwa kita harus tinggal di rumah dan menghindari tempat-tempat dengan kerumunan orang,” papar Diogo Campos.

“Mereka tidak membiarkan orang dari negara lain masuk ke Indonesia, karena di sini, menerima banyak wisatawan, kebanyakan dari mereka pergi ke Bali, jadi mereka menghindari membiarkan mereka masuk, tetapi bandara tetap berfungsi secara normal. Namun penerbangan internasional hanya untuk meninggalkan negara itu,” tutup eks Persebaya Surabaya itu.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More