Pemain Indonesia: Ancaman Corona, Liga Terhenti, Gaji di Bawah UMR

Football5star.com, Indonesia – Asosiasi pesepak bola profesional Indonesia (APPI) mengatakan bahwa kondisi miris kini dialami pesepak bola terkait pemotongan gaji. Akibat pemotongan yang akan dilakukan pihak klub, banyak pemain yang akan menerima gaji di bawah UMR.

“Banyak pemain yang seperti itu terutama di Liga 2. Ada yang masih bergaji Rp 5jutaan. Kalau dipotong 25 persen sesuai keputusan PSSI maka mereka hanya menerima gaji kisaran Rp 1,25 juta. Itu di bawah UMR dan itu tidak pas,” kata kuasa hukum APPI, Riza Hufaida seperti dikutip Football5star.com dari antaranews, Jumat (10/4/2020).

Ditambahkan Riza, kondisi seperti ini tentu saja memberatkan pemain. Apalagi saat ini pandemi corona masih di tahap yang mengkhawatirkan yang membuat masyarakat harus berdiam di rumah.

APPI memprotes keras SK PSSI terkait penetapan force majeure akibat pandemi Virus Corona.
Instagram-@appi.official

Selain itu, bagi umat Muslim dalam hitungan hari akan segera menyosong bulan suci Ramadhan dan setelah itu Hari Raya Idul Fitri. Kondisi ini tentu saja membutukan banyak pengeluaran.

“Inilah kami tidak ingin pemotongan gaji 25 persen tidak bisa disamaratakan. Untuk pemain di Liga 1, umumnya mereka sudah mendapat pembayaran di muka 20 persen ketika tanda tangan kontrak. Lumayan besar dan cukup. Tapi hal itu tidak di Liga 2,”ucap Riza.

Pihak APPI sendiri saat ini tengah berupaya agar gaji pemain di bulan Maret mendapat full tanpa potongan. Hal itu lantaran para pemain sudah menjalankan kewajibannya untuk bermain.

“Hal itu karena para pemain sudah bekerja di bulan Maret. Mereka bertanding dan berlati sebelum akhirnya libur karena kalender FIFA da pandemi COVID-19.”

Sedangkan untuk gaji di bulan April menurut APPI para pemain sudah memahami kondisinya dan siap untuk bernegosiasi dengan pihak klub. Pihak APPI sendiri mengatakan bahwa akan mendampingi pemain jika ada gugatan karena mendapat gaji tidak full di bulan Maret.

“Gaji bulan Maret ini wajib 100 persen. Kalau persoalan ini tidak diselesaikan kami akan membawanya ke Badan Penyelesaian Sengketa Nasional karena ada pemain asing yang protes karena dibayar hanya 25 persen di bulan Maret,” ucapnya.