Pemain Liga Spanyol Satu Suara Bantu Perangi Virus Corona

Football5star.com, Indonesia – Presiden asosiasi pesepak bola Spanyol, AFE, David Aganzo mengatakan bahwa para pemain di kompetisi LaLiga Spanyol satu suara untuk mengulurkan bantuan memerangi pandemi corona di Negeri Matador.

Menurut Aganzo, semua pemain sadar bahwa keterlibatan mereka memberikan bantuan akan membuat penyelesaian pandemi corona di Spanyol bisa diatasi dengan cepat.

“Para pesepak bola menyadari bagaimana situasi negara ini dan kita semua harus mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan,” kata Aganzo seperti dikutip Football5star.com dari marca, Jumat (3/4/2020).

Pemain Liga Spanyol Satu Suara Bantu Perangi Virus Corona
marca

“Yang ingin saya jelaskan adalah para pemain sangat jelas mengerti kondisi saat ini dan yang paling penting bagi kami adalah kesehatan yang utama. Di sini kami harus berjalan beriringan dengan pemerintah terkait situasi corona,” tambahnya.

Disebutkan oleh Aganzo, para pemain akan melakukan segala cara untuk bisa membantu untuk berperang melawan corona. Ia pun meminta segala pihak untuk bisa mengerti dan memahami keputusan para pemain di Liga Spanyol.

“Kami akan melakukan segala hal yang bisa kami lakukan untuk membantu berperang melawan ini semua. Kami akan terus berupaya memberikan bantuan,” ucap Aganzo.

Sementara itu, striker Barcelona Luis Suarez mengatakan sakit hati terkait informasi yang menyebutkan penggawa Barcelona enggan untuk dipotong gajinya.

“Banyak hal yang menyakitkan telah dikatakan tentang pemotongan gaji pemain” kata Suarez kepada Sport 890.

“Orang-orang mengatakan bahwa para pemain tidak ingin menerimanya, lalu dikatakan bahwa sebagian pemain telah mencapai kesepakatan, ketika kenyataannya adalah bahwa kami sedang menunggu untuk mencoba dan menemukan solusi terbaik untuk klub.” tambahnya.

Pemotongan gaji pemain mesti dilakukan usai finansial Barcelona terganggu akibat pandemi virus corona. Negosiasi antara manajemen klub dengan para pemain terkait pemotongan gaji sempat buntu usai tawaran pertama klub ditolak.

Dengan situasi ini, Barca lantas mengumumkan bahwa klub akan menggunakan ERTE (Undang-undang Perburuhan Spanyol) untuk memotong gaji seluruh pegawai klub, sekalipun itu artinya dilakukan secara sepihak alias tanpa kesepakatan bersama.