Pemain Muda Irlandia Jadi Korban Penyiraman Air Keras

Football5star.com, Indonesia – Kondisi pesepak bola muda Republik Irlandia, Tega Agberhiere, yang menjadi korban penyiraman air keras berangsur membaik.

Kejadian penyiraman air keras itu terjadi di area perumahan Earlscourt pada Kamis (25/4/2019) malam. Ada dua pemuda lainnya yang menjadi sasaran penyerangan.

Akan tetapi, luka bakar Agberhiere yang paling parah karena mendapat siraman air keras di bagian wajah. Dua lainnya hanya mengenai bagian kaki dan punggung.

Tiga korban penyerangan itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Waterford. Agberhiere akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Cork untuk menjalani perawatan di unit luka bakar khusus.

“Saya menjadi lebih baik dan rasa sakit berkurang setiap hari. Saya bersyukur atas semua dukungan. Saya bisa melihat, tetapi kedua mata saya sedikit bengkak sehingga sulit untuk dibuka,” kata Tega Agberhiere, seperti dilansir Marca.

“Para dokter mengatakan saya bisa melihat seperti sebelumnya. Saya tidak bisa menggambarkan rasa sakitnya. Saya berpikir tidak akan pernah bisa melihat lagi saat itu terjadi,” imbuhnya.

Beberapa hari setelah insiden penyiraman air keras tersebut, kepolisian Irlandia (Gardai) menangkap empat pemuda yang diduga sebagai pelaku. Namun, mereka dibebaskan tanpa tuduhan.

Tega Agberhiere merupakan pemain berusia 16 tahun yang memperkuat tim junior Waterford FC. Keluargan dia berasal dari Nigeria dan pindah ke Irlandia pada 2002. Agberhiere pernah membela tim U-15 dan U-16 Irlandia.

Comments
Loading...