Pemain Timnas Hanya Serdadu Perang, Ketika Kalah Dihakimi dan Dimaki

Football5star.com, Indonesia – Timnas Indonesia mengalami dua kekalahan di dua laga babak kualifikasi zona Asia Piala Dunia 2022. Melawan Malaysia, Indonesia dibekuk dengan skor 3-2, sedangkan melawan Thailand dipecundangai dengan tiga gol tanpa balas, Rabu (11/9/2019).

Publik Indonesia pun berbondong-bondong memberikan kritik hingga caci maki kepada tim besutan Simon McMenemy tersebut. Tidak hanya caci maki, sejumlah warganet bahkan menggas tagar SimonOut.

Makian yang deras mengalir kepada pemain timnas menumbilkan kekhawtiran bagi sebagian kalangan sepak bola nasional. Salah satunya datang dari mantan bomber timnas Indonesia, Bambang Pamungkas.

Lewat akun Twitter pribadinya, pemain yang akrab disapa Bepe tersebut memposting ulang tulisannya 10 tahun lalu terkait kondisi psikologi pemain timnas.

“Tulisan saya (10 tahun lalu) tentang bagaimana psikologis menjadi pemain nasional, yang rasanya sedikit banyak masih relevan untuk saat ini. “Serdadu dan Narapidana” kicau Bepe di akun Twitter pribadinya.

Tulisan yang dimuat Bepe di blog pribadinya memuat bagaimana beratnya seorang pemain sepak bola menata kariernya. Secara psikologis kata Bepe tak jarang banyak pemain yang terganggu psikisnya.

“Kami hanya akan bertemu keluarga jika mereka datang berkunjung di waktu siang, itu pun waktunya terbatas karena kami harus istirahat untuk berlatih kembali di sore harinya.”

“Apalagi jika kami harus melakukan lawatan atau TC ke luar negeri, yang terkadang memakan waktu hingga 2 minggu, atau bahkan 1 bulan. Sehingga secara psikologis hal tersebut sedikit banyak mengganggu psikologis kami, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga.” tulis Bepe.

Secara garis besar apa yang disampaikan oleh Bepe dalam artikelnya tersebut mencurahkan beratnya seorang pesepak bola membagi waktu antara karier dan kondisi internal dirinya. Bepe menyayangkan bagaimana publik terlalu cepat untuk mencari kambing hitam kepada pemain saat permainan buruk.

“Selama ini kita hanya mencari kambing hitam dalam setiap kegagalan, tanpa mau duduk bersama untuk mencari titik permasalahan yang sebenarnya, dan mencari solusi terbaik untuk mengatasinya.” tulis Bepe.

Comments
Loading...