Pemecatan Julen Lopetegui Membuat Toni Kroos Sakit Hati

Football5star.com, Indonesia – Julen Lopetegui memang gagal total saat menukangi Real Madrid 2018 lalu. Walau begitu dia sangat dicintai para pemain. Salah satunya Toni Kroos.

Melatih Real Madrid bisa dibilang sebagai masa kelam Julen Lopetegui sebagai pelatih. Bagaimana tidak, dia hanya bertahan selama tiga bulan di sana.

Ia kemudian dipecat Oktober 2018 usai Madrid kalah 1-5 dari Barcelona. Bagi Toni Kroos, pemecatan tersebut menyakiti hatinya karena baginya, sang pelatih merupakan sosok yang hebat.

Toni Kroos Lapangan Buruk Tak Jadi Alasan Performa Buruk Madrid
@realmadriden

“Pemecatan Lopetegui adalah hal yang paling menyakiti saya secara pribadi karena dia adalah pelatih hebat. Dia mengalami momen buruk menjadi pelatih kami. Dia datang tepat setahun setelah tiga gelar Liga Champions dan kepergian Ronaldo. Itu membuatnya tidak mudah,” kata Kroos kepada Marca, Kamis (21/1/2021).

“Saya sangat menyesal. Itu adalah pemecatan yang paling saya rasakan karena saya merasakan kemampuannya sebagai pelatih dan sebagai pribadi. Pemecatan itu meninggalkan rasa pahit. Itu adalah cerita yang sangat membekas dalam diri saya,” ia menambahkan.

Dipecat Real Madrid, Julen Lopetegui menemukan kebahagian baru di Sevilla. Musim lal8u diaa berhasil membawa Jesus Navas dkk juara Liga Europa.

Capaian itu rupanya membuat gelandang Jerman senang. Baginya, sang mantan pelatih pantas juara. “Saya sangat senang ketika dia memenangkan Liga Europa bersama Sevilla. Dia pantas mendapatkannya,” Tutup Toni Kroos.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More