Pemotongan Gaji Pemain Juventus Menimbulkan Teori Konspirasi

Football5star.com, Indonesia – Juventus beberapa waktu lalu resmi mengumumkan pemotongan gaji kepada para pemainnya. Hal itu dilakukan pihak klub menyusul kesulitan ekonomi yang dialami Juventus di tengah pandemi corona.

Keputusan Juventus untuk memangkas gaji pemainnya selama 4 bulan ke depan tersebut justru menimbulkan teori konspirasi soal keberlangsungan kompetisi Serie A Italia.

Eks striker AS Roma, Antonio Cassano menuding bahwa keputusan Juventus itu sebagai sinyal bahwa kompetisi Serie A di musim ini sudah tidak mungkin dilanjutkan.

“Jika Juventus telah memangkas gaji pemain, itu karena sudah hampir pasti kompetisi musim ini tak akan dilanjutkan. Itu artinya mereka sudah tahu,” kata Cassano seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Selasa (31/3/2020).

Bisa jadi kompetisi akan dihentikan pada beberapa bulan ke depan. Atau mungkin bisa juga berakhir pada Juni 2020 nanti,” tambahnya.

Otoritas sepak bola Italia sendiri belum mengumumkan secara resmi mengenai keberlangsungan kompetisi di musim ini. Presiden FIGC, Gabriele Gravina juga sempat mengirim sinyal bahwa kompetisi musim ini sangat tidak mungkin untuk dilanjutkan.

“Secara personal, saya menginginkan laga play off untuk menentukan sang juara. Terlalu banyak waktu dan tenaga jika kompetisi musim ini kembali dihelat,” kata Gravina.

Pernyataan senada juga diutarakan oleh eks pemain Juventus, Angel Di Livio. Ia menegaskan bahwa kompetisi harus dibatalkan sekarang juga.

Angelo Di Livio menganggap tidak mungkin untuk memaksakan kompetisi tetap berjalan. Menurutnya, tidak ada yang tahu pasti kapan pandemi corona akan berakhir.

“Waktunya telah tiba untuk menutup segalanya dan membatalkan musim ini. Tidak ada gunanya bermain. Orang-orang sedang memikirkan segalanya, kecuali kompetisi,” ujar Di Livio.

antonio cassanoJuventusSerie A ItaliaVirus Corona