Penutupan Tribune Bukan Jawaban dari Masalah Rasial di Italia

Football5star.com, Indonesia – FIGC selaku federasi tertinggi sepak bola Italia melakukan kajian terkait kasus rasialisme yang menimpa Romelu Lukaku. Dalam perkembangannya, ada wacana untuk menutup tribune-tribune yang selama ini kerap menghadirkan masalah, termasuk Cagliari.

Wacana itu pun langsung ditentang oleh Presiden Cagliari, Tommaso Giulini. Menurutnya, permasalahannya tidak terletak pada tribune, melainkan individu yang datang. Ia menganggap, justru menutup sektor bukan jawaban dari permasalahan ini.

Justru, Giulini menyarakan agar para pengawas pertandingan untuk kooperatif dalam bekerja. Ia meminta mereka melaporkan langsung jika ada indikasi pelecehan terhadap pemain. Sehingga ke depannya, potensi-potensi terulangnya kejadian serupa bisa ditekan.

“Kami bekerja sangat keras untuk menyelesaikan masalah ini. Para pengawas yang ditugaskan di pinggir lapangan agar bisa menggunakan kewenangannya untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang. Selain itu, kami juga pasti akan meminta tolong kepada fans,” ucapnya seperti dikutip dari Football Italia.

Italia punya DIGOS, yakni badan yang secara khusus menangani isu-isu sensitif mulai dari terorisme, kejahatan terencana, hingga masalah rasial. Badan ini yang dimaksud Giulini jika ada kejadian serupa kembali terulang di masa depan.

“Memerangi orang-orang yang tutup mata memang sulit. Tapi, saat ini yang harus dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran di mata mereka. Cagliari bukan kota rasial seperti yang ditudukan beberapa tahun belakangan. Penutupan tribune jelas bukan jawaban,” ucapnya.