Penyebab Persebaya Surabaya Tak Dapat Lisensi dari AFC

Football5star.com, Indonesia – Sekertaris tim Persebaya Surabaya, Ram Surahman, mengungkap penyebab timnya tidak mengikuti proses club licensing dari AFC tahun ini. Menurut Ram, ada dua faktor yang membuat Bajol Ijo tak mengikuti proses club licensing.

Faktor pertama adalah minimnya waktu persiapan. Ram mengatakan bahwa seluruh klub Indonesia hanya diberi waktu 32 hari untuk memenuhi lima kriteria yang ditetapkan AFC.

“Waktu yang diberikan pada klub sangat pendek. Mulai 18 September – 21 Oktober. Artinya ada 32 hari yang dimiliki klub untuk penuhi 5 aspek yang diwajibkan,” kata Ram Surahman dikutip dari laman Twitter pribadinya.

Ram Surahman - AFC - Persebaya - @officialpersebaya 2
instagram.com/officialpersebaya

“Waktu sependek itu tidak cukup bagi klub penuhi aspek finance. Pasalnya, harus disertakan hasil audit. Pengalaman tahun lalu, untuk audit saja minimal butuh waktu sebulan lebih,” katanya menambahkan.

Faktor kedua yang membuat Persebaya tak mengikuti proses licensing tahun ini adalah masalah infrastruktur. Seperti yang diketahui, markas Bajol Ijo, Stadion Gelora Bung Tomo, saat ini sedang direnovasi karena akan menjadi salah satu venue pertandingan Piala Dunia U-20 tahun depan.

“Kendala lain adalah infrastruktur. Stadion GBT tidak bisa didaftarkan karena proses renovasi. gelora Delta sempat diajukan. Tetapi dapat info, lampunya belum 1200 luv. Seperti yang disyaratkan AFC. Tim Licensing PSSI, sodorkan nama Stadion Pakansari.”

“Yakin mau main di sana? Apalagi tanpa penonton. Dengan pertimbangan obyektif, persebaya putuskan tidak paksakan diri ambil Licensing musim ini. Musim ini dioptimalkan untuk konsolidasi. Situasi cukup berat akibat pandemi,” tandas Ram.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More