Penyesalan Terbesar Dalam Karier Papu Gomez

Football5star.com, Indonesia – Kapten Atalanta, Papu Gomez, mengaku cukup menyesal karena baru bermain di bawah asuhan Gian Piero Gasperini ketika sudah berumur 28 tahun. Menurut Gomez, kariernya akan berubah drastis apabila bertemu Gasperini ketika masih berusia 24 tahun.

Gasperini merupakan sosok yang membuat Gomez menjadi salah satu gelandang serang terbaik di Eropa. Selama empat tahun bermain di bawah asuhan Gasperini, Gomez berhasil mengemas 44 gol dan 53 assist dari 173 penampilan di semua kompetisi.

“Ketika bertemu Gian Piero Gasperini, saya berposisi sebagai winger kiri. Gasperini membuat saya mempelajari banyak hal baru,” kata Papu Gomez seperti dikutip football5star.com dari laman Football Italia.

Papu Gomez - Atalanta - Gian Piero Gasperini - Tuttosport
Tuttosport

“Jika saya bertemu Gasperini di usia 24 atau 25 tahun, mungkin saya akan menjadi pemain yang lebih hebat lagi. Saya seharusnya bisa mendapat kesempatan baru. Tapi, sayangnya saya sudah berusia 28 tahun ketika pertama kali bertemu Gasperini.” kata Gomez menambahkan.

Lebih lanjut, Gomez juga merasa sangat senang dengan peran yang diberikan Gasperini kepadanya. Pemain 32 tahun itu mendapat kebahagiaan sendiri karena diberi peran sebagai otak serangan Atalanta.

“Saya sangat senang dimainkan di posisi ini. Karena, saya harus bertahan, turun untuk mengambil bola dan kemudian ikut naik membantu serangan.”

“Saya sangat menyukainya karena saya tak pernah jauh dari bola. Kami memiliki dua orang wing back yang berkualitas. Saya bisa dimainkan di tengah apabila kami bermain dengan formasi 3-5-2. Saya juga bisa dimainkan sebagai penyerang lubang dengan formasi 3-4-1-2,” tandas Gomez.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More