Pepe Cerita Kesulitannya Saat Bergabung ke Real Madrid pada 2007

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Porto, Pepe, menceritakan pengalamannya saat pertama kali datang ke Real Madrid pada 2007. Pepe menyebut bahwa saat itu Madrid sedang sangat membutuhkan bek tengah hebat sejak Fernando Hierro dan Pepe menerima tantangan itu.

Pepe dibeli dari Porto dengan harga 30 juta euro dan langsung diduetkan dengan Fabio Cannavaro pada 2007. Musim pertamanya dia berhasil membawa Madrid juara La Liga, tapi setelah itu, Los Blancos benar-benar berada di bawah bayang-bayang Barcelona sampai Jose Mourinho datang.

Pepe Cerita Kesulitannya Saat Bergabung ke Real Madrid pada 2007
Marca

“Saya benar-benar ingin pergi ke Real Madrid, meskipun banyak orang mengatakan kepada saya bahwa saya gila pergi ke sana karena itu sangat sulit dan karena itu kuburan bagi para bek tengah. Pada saat itu, Real Madrid Madrid memiliki lubang untuk diisi sejak Hierro pergi dan saya menginginkan tantangan itu,” ucap Pepe seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Pemain timnas Portugal itu menceritakan pengalaman buruknya saat menjalani debutnya bersama Real Madrid dan bermain bersama Fabio Cannavaro.

“Pertandingan pertama saya melawan Atletico Madrid. Saya datang dari klub yang diatur secara taktis di mana, jika bola berada di kiri, Anda harus menekan di sana. Jika di kanan, Anda menekan di sana, hal-hal seperti itu, dasar-dasarnya. Dan saat saya datang ke Real Madrid terjadi kekacauan. Pada menit ke-30, serangan kami gagal dan mereka menyerang kami satu lawan satu dan kami berlari mundur,” kata Pepe.

pepe, real madrid

Mantan pemain Besiktas itu melanjutkan, “Saya melihat kembali ke Fabio dan berkata kepadanya: ‘Fabio! Fabio! Cover!’ Dan dia berkata kepada saya: ‘Tidak, tidak, kami tidak melakukan itu di sini. Setiap orang memiliki sisi mereka sendiri’. Dan saya berkata: ‘Seperti itu? Persetan’. Saya melihat sekeliling dan melihat fullback maju, gelandang bertahan maju … Dan saya berpikir: ‘Apa? Ada lima puluh meter di belakang saya dan saya di sini untuk bermain satu lawan satu?”

Penuh Tekanan

Pepe mengungkapkan bahwa tekanan di dalam ruang ganti sangat tinggi. Hal itu karena banyaknya pemain bintang yang berada di sana.

“Di dalam ruang ganti tidak mudah. Di sana, semua pemain adalah pemain internasional papan atas. Akibatnya, semua orang penting. Tapi ada tekanan yang brutal. Jika Anda menang, segalanya berjalan baik, Anda tetap di tim dan di klub. Jika Anda tidak menang, Anda keluar, pemain lain masuk dan siap. Jika Anda tidak tampil baik, Anda memiliki pemain lain menunggu yang ingin mendapatkan tempat Anda, jadi Anda harus selalu dalam kondisi terbaik.”

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More