Perjuangan Sepak Bola Nagasaki Bangkit dari Kengerian Bom Nuklir

Football5star.com, Indonesia – Agustus 1945 jadi tahun yang paling mengerikan bagi penduduk dunia, khususnya penduduk Jepang. Dua bom nuklir dijatuhkan Amerika Serikat ke Nagasaki dan Hiroshima. Dua kota ini luluh lantak.

Semua bidang kehidupan di dua kota tersebut hancur, tak terkecuali sepak bola di kota Nagasaki. Kota Nagasaki jadi kota kedua yang di bom atom Sekutu beberapa hari setelah Hirosima dijatuhi bom atom dari pesawat B-29 Enola Gay dari 393d Bombardment Squadron.

Menariknya kekinian ternyata fakta baru terungkap, Nagasaki ternyata bukan kota yang disepakati Sekutu untuk di bom atom setelah Hirosima. Dikutip dari catatan sejarah bbc.com (08/08/2017), kota Kokura ialah target sebenarnya, pasalnya kota tersebut ialah salah satu gudang senjata Jepang.

Di peringatan 74 tahun peristiwa bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki, publik tentu bertanya-tanya bagaimana kondisi kota itu saat ini? Bagaimana juga perkembangan sepak bola Nagasaki?

Bom nuklir 1945 memang sangat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kota tersebut, termasuk dalam urusan sepak bola. Tak mengherankan jika kota ini baru memiliki klub sepakbola pada 1985 yakni Ariake Football Club.

nagasakipeace.jp

Klub ini sepanjang era 80-an dan 90-an lebih banyak bermain di kasta kedua Liga Jepang. Bisa dibilang Ariake Football Club ialah klub ‘seadanya’ di Jepang.

Baru pada 2005 lalu, Ariake kemudian berafiliasi dengan klub lain bernama Kunimi Football Club dan muncullah nama klub baru, V-Varen Nagasaki. Kemajuan klub ini terbilang cukup lambat dibanding klub lain di Jepang.

Sepak terjang V-Varen Nagasaki

Jika bisa dibandingkan dengan klub sepak bola dari Hiroshima, Sanfrecce Hiroshima, sepak terjang V-Varen Nagasaki memang tidak bisa dikatakan sangat baik. Hingga musim 2016/17 lalu saja, klub ini masih berkutat di kasta kedua Liga Jepang.

Meski begitu, V-Varen sedikit bersyukur karena jika bicara infrastruktur, pemerintah Jepang dan pemerintah kota Nagasaki cukup fokus untuk membangunnya. V-Varen memiliki stadion megah dengan kapasitas 20ribu tempat duduk bernama Transcosmos Stadium Nagasaki.

Pada musim ini, tim yang dilatih oleh Makoto Teguramori tersebut masih tertahan di posisi ke-12 klasemen Liga J2. V-Varen pada musim ini hasilkan 11 kemenangan dan 11 kalah.

Posisi V-Varen di papan tengah klasemen Liga J2 memang selalu mereka dapatkan tiap musimnya. Hal ini lantaran komposisi pemain klub ini hanyalah pemain biasa. Pada musim ini saja, V-Varen hanya dibela satu pemain asing asal Kolombia.

stadiumdb.com

Striker berusia 29 tahun Victor Ibarbo jadi satu-satunya legiun asing di V-Varen. Sayangnya kehadiran Ibarbo pun belum banyak membantu lini depan klub ini.

Peringatan bom nuklir 1945

Sebagai klub yang berasal dari kota salah sasaran bom atom, sejarah menyakitkan itu masih melekat dan tak dilupakan oleh para penggawa V-Varen. Aksi mengenang kepedihan bom atom Nagasaki selalu diperingati oleh klub ini.

Dua tahun lalu, klub ini memperingati bom nuklir 1945 dengan menggunakan jersey khusus. Jersey ini untuk memperingati 70 tahun bom nuklir Hiroshima dan Nagasaki.

Jersey mereka bergambarkan siluet korban bom atom dengan tulisan ‘Pray for Peace’. Jersey itu digunakan oleh para penggawa V-Varen saat melawan Sanfrecce Hiroshima.

“Jersey itu jadi bagian penghormatan kami kepada para korban. Ada doa untuk kami kepada mereka,” kata pelatih V-Varen saat itu Takuya Takagi

Takagi pun mengatakan bahwa mantan klubnya tersebut memiliki misi mulia tidak sekedar bermain di lapangan hijau. Menurut Takagi, V-Varen memiliki filosofi untuk mengubah dunia lewat sepakbola dengan menyampaikan pesan damai.

“Kami ingin menggunakan sepakbola sebagai alat persatuan semua orang dan jersey kami ialah simbol yang kuat untuk itu,” kata Takagi.